CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

Shinta Dwi F
Chapter #5

CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

*BAB 5: RAHASIA ZEA KENAPA JADI DINGIN*


Janji seminggu itu ternyata neraka.


Hari pertama, Arkana mengantar Zea pulang.


Hari kedua, Arkana membelikan Zea bekal roti dan susu coklat, ditaruh diam-diam di laci mejanya.


Hari ketiga, Arkana mengusir dua cowok kelas 12 yang menggoda Zea di lorong.


Hari keempat, Zea mulai lelah marah.


Hari kelima, hari ini, Zea tidak masuk sekolah.


Arkana tahu dari Sinta jam 7 pagi.


"Zea sakit?" tanya Arkana di gerbang, wajahnya langsung tegang.


Sinta menggeleng. "Gak tau, Ka. Tadi pagi dia chat 'gak masuk'. Gak bales lagi."


Arkana tidak berpikir dua kali. Dia menyalakan motornya dan melaju ke Pulogebang. Alamat rumah Zea dia hafal dari dua kali mengantar.


Rumah Zea adalah rumah kecil dengan cat yang mulai mengelupas. Pagar besi berkarat.


Arkana mengetuk pintu. Tidak ada jawaban.


Dia mengetuk lebih keras. "Zea!"


Pintu dibuka. Bukan Zea. Seorang bapak-bapak dengan wajah lelah dan mata merah. Ayah Zea.


"Kamu siapa?" tanya Ayahnya ketus.


"Saya teman sekolah Zea, Om. Arkana. Zea ada?"


Ayahnya menatap Arkana dari atas sampai bawah. Jaket Garuda Riders. Tato di leher. Motor besar di depan rumah.


"Gak ada! Pulang sana! Gak ada urusan geng motor sama anak saya!" bentak Ayahnya dan mau menutup pintu.


Dari dalam rumah, suara Zea terdengar pelan. "Yah... siapa?"


Arkana mendorong pintu pelan. Dia melihat Zea duduk di lantai ruang tamu. Rambutnya berantakan. Matanya bengkak habis menangis. Di depannya ada foto seorang wanita cantik yang mirip Zea, dengan bunga melati.


Arkana langsung mengerti.


Hari ini tanggal 28. Dia pernah lihat di status Sinta: _Al-Fatihah untuk Mama Zea._

Lihat selengkapnya