CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

Shinta Dwi F
Chapter #12

CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL


BAB 12 - JANJI DIBAWAH HUJAN


Hujan turun deras sejak jam 4 sore. Langit Jakarta Barat jadi abu-abu pekat.


Zea berdiri di halte dekat sekolah. Jam sudah menunjukkan pukul 17.40. Seragamnya masih rapi, tapi roknya sudah terkena cipratan air. Earphone masih terpasang, tanpa musik, seperti biasa.


Dia tidak bawa payung. Sengaja.


"Zea, mau bareng gue? Gue bawa mobil," tawar teman sekelasnya, Sinta, dari dalam mobil ayahnya.


Zea menggeleng pelan. "Gue tunggu bentar."


Sinta mengangguk maklum. Semua orang sudah tahu, Zea memang aneh. Terlalu dingin untuk ditawari bantuan dua kali.


Mobil Sinta pergi. Halte itu kosong. Hanya Zea dan suara hujan yang memukul seng halte.


Di seberang jalan, di bengkel Black Viper, Arkana baru saja selesai bongkar mesin Ninja. Tangannya penuh oli, kaosnya basah keringat.


"Ketua, hujan gini enak ngopi," kata Jeri sambil menyodorkan kopi hitam.


Arkana tidak menyahut. Matanya menatap jam dinding. 17.42.


Dia ingat janji tadi pagi.


_"Nanti sore hujan, jangan pulang dulu. Tunggu gue di halte depan sekolah jam setengah 6. Ada yang mau gue omongin."_


Itu Zea yang ngomong. Zea yang hampir tidak pernah minta apa pun. Zea yang selalu bilang "gue bisa sendiri".


Arkana langsung berdiri, menyambar jaket kulitnya.


"Ketua mau kemana? Hujan deres!"


"Gue ada janji," jawab Arkana singkat.


Dia mengambil motornya. Tidak pakai helm. Langsung tancap gas menerobos hujan.


Di halte, Zea masih berdiri. Rambut kuncir kudanya sudah sedikit basah karena angin membawa hujan masuk.


Sebuah motor hitam matte berhenti mendadak di depannya. Air muncrat ke mana-mana.


Arkana turun, basah kuyup. Dari ujung rambut sampai sepatu, tidak ada yang kering. Jaket kulitnya mengkilap karena air.


Zea menatapnya, alisnya mengernyit. Dinginnya langsung keluar.


Lihat selengkapnya