CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

Shinta Dwi F
Chapter #13

CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL


BAB 13 - KEPUTUSAN ZEA


Pagi setelah hujan itu, kalung kepala ular milik Arkana masih menggantung di leher Zea. Dingin. Berat. Tapi anehnya bikin tenang.


Di meja makan, Mama sudah duduk dengan dua brosur di tangan. Brosur SMA Unggulan Bandung. Lengkap dengan foto asrama, foto lab, dan tulisan besar BEASISWA PENUH.


"Zea, Mama sudah telepon Bu Wali. Hari ini terakhir konfirmasi. Kalau kamu mau, besok kita berangkat survei asramanya," kata Mama dengan nada bangga. "Teman-teman Mama semua bilang ini rezeki. Tidak semua anak dapat."


Zea mengaduk buburnya pelan. Tidak nafsu.


"Mama tau kamu betah di sini, tapi ini masa depan, Sayang. Bandung cuma 2 jam. Mama bisa jenguk tiap bulan."


Zea menatap kalung yang ia sembunyikan di balik kerah seragamnya. 2 jam. Bagi Mama 2 jam itu dekat. Bagi Arkana, 2 jam itu adalah 150 kilometer yang harus ditempuh dengan motor tua tiap Jumat malam.


"Ma, kalau Zea pergi, Arkana gimana?" Akhirnya Zea bertanya, pelan sekali.


Mama mengernyit. Nama itu sudah tidak asing di rumah. Ketua Geng Motor yang sering mengantar bekal.


"Arkana? Dia kan bisa... ya bisa cari kesibukan lain. Kamu jangan karena pacaran terus korbankan pendidikan."


"Dia bukan pacar," jawab Zea cepat, masih dengan nada dinginnya. "Dia orang yang bikin Zea ngerasa aman."


Mama terdiam. Ini pertama kalinya Zea membela seseorang selain dirinya sendiri.


Di sekolah, suasana lebih gila lagi.


Satu sekolah sudah tahu kejadian di halte kemarin. Foto Arkana peluk Zea di halte saat hujan deras tersebar di second account Instagram. Captionnya: _Ketua Black Viper bucin level akhir._


Zea berjalan masuk gerbang seperti biasa, dingin, earphone tanpa musik. Tapi semua orang minggir memberi jalan. Bukan karena takut Zea, tapi karena di belakang Zea, ada 5 motor Black Viper yang mengawal dari jauh. Tidak masuk ke sekolah, hanya berhenti di seberang jalan.


Arkana tidak ada di antara mereka. Jeri yang memimpin.


"Zea, Ketua nitip ini," kata Jeri, menyodorkan plastik kecil dari atas motor.


Isinya roti bakar dan susu coklat. Masih hangat.


"Dia dimana?" tanya Zea.


"Di ruang BK dari jam 6 pagi. Katanya mau ngomong sama Bu Wali."


Zea langsung lari. Meninggalkan citra cewek dinginnya.


Di ruang BK, Bu Wali hampir pingsan melihat Arkana duduk dengan seragam rapi - seragam yang dia pinjam dari Jeri karena seragamnya sendiri masih basah di bengkel.

Lihat selengkapnya