CHAINS : Beyond The Mist of Shattered Illusion

Lyneetra
Chapter #1

The Week of Her Return

Chapter 1 - Episode 1

Kereta melaju pelan meninggalkan stasiun terakhir.

Selvara duduk di sisi jendela, bahunya bersandar ringan. Tas sekolahnya berada di pangkuan, satu tangannya menahannya tanpa sadar.

Kegiatan murid pindahan sudah selesai.

Masih ada sisa satu minggu sebelum ia kembali ke sekolah. Waktu yang seharusnya cukup untuk beristirahat.

Di luar jendela, kota mulai terasa akrab.

Gedung-gedung asing berganti dengan jalan yang ia kenal, lampu toko yang tidak berubah, dan halte kecil di sudut jalan. Pemandangan itu bergerak perlahan, memberi rasa tenang yang cukup.

Selvara menatap tanpa banyak pikiran.

Pantulan wajahnya muncul samar di kaca. Ia sempat melihatnya sebentar, lalu mengalihkan pandangan ke luar.

Hujan mulai turun tipis.

Kereta melambat.

Saat pintu terbuka, udara lembap langsung menyentuh wajahnya. Selvara melangkah turun bersama orang-orang lain, mengikuti arus tanpa terburu-buru.

Semuanya terasa biasa.

Hari pertama berlalu tanpa banyak hal.

Selvara lebih banyak berada di rumah. Membantu hal kecil, merapikan barang, lalu duduk lebih lama dari biasanya tanpa melakukan apa pun secara khusus.

Waktu berjalan pelan.

Tidak ada yang mengganggu.

Hari kedua.

Ia keluar siang hari.

Langit cukup cerah, meski sisa hujan kemarin masih terasa di udara. Selvara berjalan tanpa tujuan jelas, hanya mengikuti langkahnya sendiri.

Di depan sebuah toko minuman kecil, ia berhenti.

"Selva?"

Suara itu membuatnya menoleh.

Vio berdiri tidak jauh darinya, satu tangan masih memegang gelas minuman. Rambutnya sedikit berantakan, seolah ia tidak terlalu peduli dengan penampilannya hari itu.

Selvara menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mendekat.

"Kamu di sini," ucapnya pelan.

Vio tersenyum kecil. "Harusnya aku yang nanya itu."

Mereka berdiri berhadapan sebentar tanpa melanjutkan kata-kata. Tidak canggung, hanya seperti jeda yang sudah biasa di antara mereka.

Selvara melirik gelas di tangan Vio. "Masih sering ke sini?"

"Iya," jawab Vio santai. Ia mengangkat gelasnya sedikit. "Tempat paling aman buat nggak mikir."

Selvara mengangguk pelan.

Mereka akhirnya duduk di bangku kecil di depan toko. Tidak banyak yang mereka bicarakan. Sesekali Vio menceritakan hal ringan, Selvara mendengarkan tanpa menyela terlalu sering.

Suasana terasa tenang.

Angin sore bergerak pelan, membawa sisa dingin setelah hujan. Orang-orang lewat tanpa memperhatikan mereka.

Selvara menatap jalan di depan.

Lihat selengkapnya