Charu

sk_26
Chapter #18

Rumah kedua Charu

Mereka semua akhirnya tiba di Waji dalam keadaan sehat dan selamat. Seperti yang dikatakan oleh Ren sebelumnya pada kakak perempuannya, bahwa ia sendiri yang akan menyambut orang-orang dari kerajaan asing itu saat tiba.

"Suatu kehormatan bagi kami, menyambut tamu agung dari kerajaan Sora yang sejahtera. Kami persilahkan dengan santun untuk memasuki istana kami." sambut Ren dengan wajah yang bersahaja pada dua pangeran dihadapannya.

"Terima kasih, Pangeran Mahkota yang arif bijaksana. Kami sangat tersanjung atas sambutan anda." balas Haru dengan sangat berwibawa. Diikuti Natsu yang tersenyum ramah berjalan beriringan.

Mereka berdua digiring menuju ke ruang tamu istana. Disana telah menunggu sang tuan rumah yakni raja Chang beserta ratu Momo. Mereka memperlakukan Haru dan Natsu dengan sangat baik, terlebih kepada pangeran Natsu.

"Kami datang bersama saudari kami yang lainnya," terang Natsu setelah sekian lama menunggu kesempatan untuk berbicara.

"Ya," sahut Ren cepat, "dimana saudari itu? Aku sejak tadi tidak melihatnya." Tentu saja ia berpikir jika yang membersamai dua pangeran itu adalah putri yang menulis surat untuknya. Atau dia adalah saudari tiri Haru lainnya barangkali.

"Ren kami, kenapa tampak antusias sekali?" celetuk Momo yang langsung mendapat balasan dari putranya.

"Aku hanya melakukan yang ibu ajarkan padaku. Mereka adalah tamu kita, mereka harus mendapatkan pelayanan yang baik di istana ini."

"Kau benar, Ren." sahut raja. "Kenapa saudarimu tidak ikut serta masuk?" bertanya pada Natsu.

Haru dan Natsu saling menatap. Tiba-tiba saudari yang sedang dibicarakan masuk didampingi seorang putri dengan gaun warna persik dengan kepala menunduk masuk. “Ayah, ibu, perkenalkan ini adalah putri Charu." ucap Reina yang sangat bahagia. Entah sejak kapan putri yang pemalu itu mengenal gadis baru ini. Melihat putrinya tiba-tiba menjadi sangat ramah membuat Momo sedikit terusik.

Charu lantas menghampiri raja Chang dan Momo yang masih diliputi keheranan. Charu mempersembahkan sikap santunnya pada dua sosok yang paling agung dengan membungkuk hormat. Sejenak, raja Chang terlihat tidak memberikan reaksi apapun. Beliau terpaku membeku. Benaknya mengulang kalimat yang sama ; namanya Charu?

“Silahkan duduk, putri cantik. Ini kali pertama kami melihatmu." ujar Momo, meski masih bertanya-tanya tapi nada bicaranya tetap lembut. Charu segera menemukan tempat duduknya setelah dipandu oleh Reina.

“Terima kasih, ratu Momo,” balas Charu dengan sungkan.

“Charu ini adalah saudari kedua adik Haru. Dia sangat terampil dalam memainkan pedang serta sangat berwawasan.” Natsu mencoba memperkenalkan. Sementara Haru hanya hening acuh tak acuh. Beruntung Natsu tidak membeberkan kalau Charu sebenarnya adalah seorang tabib yang bekerja dibalik panggung.

Raja Chang terkekeh, "aku senang mendengarnya." Raja lega ternyata putri yang dibawa oleh kedua pangeran bukanlah Ishi, sudari lain dari Haru yang tempo hari membuat meja makan istana gaduh oleh surat cintanya.

“kak, kenapa kau hanya berdiri disitu?!” Ren yang tidak tahan untuk tidak menggoda kakaknya mulai memiliki objek menarik yang sayang sekaki untuk tidak dibicarakan.

“Reina, kenapa tidak duduk disamping putri Charu?” Momo bermaksud agar putrinya berada di spot yang berhadapan langsung dengan pangeran Natsu.

Lihat selengkapnya