“Hormat saya putri Charu, raja mengutus hamba untuk memanggil putri ke kediaman raja.” ucap salah seorang pelayan yang menghampiri Charu dan Reina di tepi kolam. Perbincangan hangat itu harus terhenti karena kedatangan pelayan yang membawa titah raja.
“Pergilah, putri Charu ... ayah pasti ingin berbicara denganmu.” ucap Reina ketika Charu menatapnya.
Charu mengangguk lalu bergegas menuju ke kediaman raja Chang dengan beberapa pertanyaan dikepala. Setibanya di kediaman Raja, Charu segera memberi hormat pada sang pemilik singgasana.
“Duduklah, Putri Charu!” ucap Chang dengan ramah. “Apa putri Reina tahu aku memanggilmu kesini?”
“Ya, Yang mulia. Putri Reina mengetahui.”
Raja menarik napas lalu berkata, “pengawal ... pastikan tidak ada siapapun yang boleh menguping pembicaan ini! Awasi ketat sekitar luar ruangan!”
“Titah Yang mulia hamba mengerti.” Pengawal segera memastikan ke segala penjuru kediaman bahwa tak ada satupun yang diizinkan untuk mencuri informasi maupun datang ke ruangan raja. Tindakan raja yang seperti itu membuat Charu semakin yakin akan firasatnya.
“Ratu mengatakan bahwa kau akan tinggal di Waji selama beberapa pekan, apakah benar putri Charu? Dan apa alasannya?”
“Benar, Yang mulia Raja. Hamba ingin menimba ilmu di istana Waji.”
“Lantas, bagaimana dengan tugasmu sebagai seorang putri kerajaan? Apa ibu suri telah memberimu izin?”
“Ibu suri tak mengetahui hamba akan tinggal di Waji selama beberapa pekan. Tapi hamba bisa pastikan ibu suri tak akan mempermasalahkan hal ini.”
Raja menatap Charu dengan skeptis, “bagaimana kau tahu? Dia adalah orang yang paling dihormati di Sora. Bagaimanapun juga putri Charu harus meminta izin dari ibu suri.”
Nasihat raja telah membuat Charu menatap ke bawah, “hamba mengerti, Yang mulia. Hamba sudah menulis surat pada bibi Darlie agar menyampaikannya pada ibu suri.”
Mendengar jawaban yang diberikan oleh gadis di hadapannya itu dengan sangat tenang membuat Chang menarik sudut bibirnya ke atas. Sepertinya dia adalah gadis yang sangat cerdas dan pandai dalam berbicara. Bahkan menjawab semua pertanyaan seorang raja dengan tenang bukankah itu suatu kemampuan yang mungkin tak dimiliki oleh putri Reina.
“Baiklah, tapi tujuanku memanggilmu bukanlah tentang hal itu saja. Aku ingin menanyaimu tentang sesuatu.”
Charu mulai mengangkat wajahnya, “hamba mendengarkan, yang Mulia.”
“Putri Charu, kau adalah seorang putri yang dibesarkan di lingkungan panti asuhan lalu dibawa ke istana pada umur delapan tahun ... apa kau masih mengingat tanggal dan bulan kau dilahirkan?”