Charu

sk_26
Chapter #33

Peran adik Ren


Aula utama Istana Waji malam itu sepi. Hanya denting jam dan suara langkah Ren yang ragu-ragu mendekati singgasana ayahnya. Ren, si bungsu tujuh belas tahun itu untuk pertama kalinya datang secara pribadi ke singgasana ayahandanya.

Raja Waji menatap putranya tanpa ekspresi. “Bangunlah, apa yang membuatmu datang ke singgasana malam ini, putraku!?”

Ren mengepalkan tangannya di balik jubah setelah bangun dari sujud. Napasnya berat. suaranya ditahan serendah mungkin. “Ayahanda, maafkan kelancangan putra anda. Maksud kedatangan hamba ingin membicarakan sesuatu yang penting mengenai pernikahan kakak Reina. Jika ayahanda berkenan, izinkan hamba menyampaikan keresahan hati hamba ini.”

“Katakan!”

“Ayahanda ...” pangeran Ren menelan salivanya kuat. “Perjodohan kakak Reina dengan pangeran Natsu, apakah Ayahanda sudah pernah memastikan apakah pihak pangeran Natsu menerimanya?”

“Kenapa, apa ada sesuatu yang membuatmu meragukan titah raja Waji ini!?” Raja mengerutkan kening.

“Ayahanda, mohon maafkan kecerobohan hamba. Tapi hamba melihat pangeran Natsu sepertinya tidak mencintai kak Reina. Hamba takut perjodohan ini akan membuat kakak Reina tidak bahagia.”

“Ha ha ha ....” Tawa menggelegar keluar dari kerongkongan raja. “Pangeran Ren, apa kau sedang mengejek ayahmu?”

Ren tak mengerti mengapa ayahnya menertawakan itu. “Maafkan hamba Ayahanda.”

“Putraku, Ren. Sebelum putri Reina menyatakan jika dia menyukai pangeran Natsu, aku telah berpikir lebih awal untuk menjodohkan mereka. Suka ataupun tak suka, pernikahan ini harus terjadi. Kerajaan Waji berhutang banyak dengan Kerajaan Sora. Aku bahkan telah memutuskan perjodohan ini jauh sebelum Reina tumbuh dewasa. Tapi ....” raja Chang mengatupkan bibirnya, membuat Ren mengangkat wajahnya untuk menatap sang ayah. “Semula aku berpikir untuk menjodohkan Reinaku dengan pangeran mahkota. Saat itu putra raja Gin sangatlah lemah. Dia, sakit-sakitan dan membuatku sedikit ragu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan pangeran Natsu sebagai suami putri Reina. Tak kusangka, pangeran yang lemah itu kini telah menjadi raja yang kuat dan terlahir kembali. Apapun itu, titah telah diputuskan. Putri kerajaan Waji harus menikah dengan pangeran Sora, tak perduli siapa dan bagaimana. Jadi, apakah kau masih ingin memperdebatkannya?”

“Hamba mengerti, Ayahanda. Mungkin bagi Ayahanda, kakak dan pangeran Natsu hanya menikah politik. Tapi kak Reina benar-benar mencintai pangeran Natsu dengan sangat tulus. Hamba takut cinta pangeran Natsu tak sepadan dengan kakak sulung.”

“Jangan khawatir ... Reinaku itu sangat mudah dicintai. Jika pangeran Natsu masih terlihat belum memiliki perasaan apapun terhadap kakak perempuanmu, itu sangat wajar. Seiring berjalannya waktu, pangeran Natsu akan mencintai putri Mahkotaku.” tatap raja dengan senyum tipis. Tidak ada keresahan, tidak ada keraguan. Pernikahan politik maupun tidak, raja chang sangat menginginkan Natsu untuk putrinya.

“Terakhir kalinya, izinkan hamba menyampaikan kegundahan ini, Ayahanda.”

“Katakan, apapun yang ingin kau sampaikan mengenai pernikahan kakak perempuanmu ... aku akan mempertimbangkannya.”

Lihat selengkapnya