CHIT GWEE PUA

Oleh: Petrus Setiawan

Blurb

Terlahir dengan tanda lahir di kening dan mata batin yang tak pernah ia minta, Ken tumbuh dalam kedamaian sederhana kawasan Sewan, Tangerang. Bagi pemuda delapan belas tahun itu, dunia tadinya hanya seputar sekolah, denyut kehidupan Tionghoa Benteng, kehangatan keluarga dan babi-babi peliharaan mereka.

Namun, pencarian atas asal-usul dirinya mendadak membuat hidupnya berbalik arah. Ken tanpa sengaja mengetuk pintu masa lalu yang terkunci rapat—sebuah luka menganga dari kelamnya Geger Pacinan 1740, prahara 1965, masa Orde Baru, dan puncaknya pada Kerusuhan Mei 1998.

Teror tak kasat mata dari tepian Cisadane dan bayang-bayang arwah para leluhur menyeret Ken ke dalam pusaran harus diselesaikannya. Di tengah himpitan rasa bersalah generasi terdahulu dan sekat-sekat prasangka, Ken harus berhadapan langsung dengan misteri masa lalu yang menuntut jawaban.

Mampukah Ken menembus dendam sejarah untuk merajut kembali takdir keluarganya? Ataukah kepahitan tragedi itu akan selamanya mengurung jiwanya dalam bayang-bayang masa lalu?

Sebuah balada tentang keberanian, pencarian jati diri, dan ketabahan manusia di tanah pertiwi.

Lihat selengkapnya