Chocolate In Love

ARINDA NOVALITA
Chapter #2

BAB 2 - Yang Tidak Pernah Ia Ceritakan

Hujan masih turun.

Aksa mulai membaca halaman berikutnya. Tulisan Sanira tidak lagi terdengar seperti pengakuan cinta.

Lebih seperti laporan harian.

"Hari ini aku hampir nggak masuk sekolah.

Aku harus bantu Mama bikin cokelat pesanan tetangga.

Aksa marah karena aku nggak balas chat.

Aku nggak bilang kalau listrik rumah sempat mati karena belum di bayar."


Aksa berhenti.

Ia tidak pernah tahu soal listrik itu.

Flashback datang pelan.

Rumah Sanira kecil. Cat temboknya mulai mengelupas. Dapur sempit, hanya cukup untuk dua orang berdiri berdampingan.

Sanira duduk di kursi plastik, membungkus cokelat dalam plastik bening kecil.

Tangannya cepat, sudah terlatih.

Aksa berdiri di pintu, memandangi.

“Kamu tiap hari gini?” tanyanya.

Sanira mengangguk. “Kalau lagi banyak pesanan.”

“Kamu capek?”

Lihat selengkapnya