Beberapa bulan telah berlalu sejak getaran terakhir ledakan hidrolik di Kubah Arka mereda sepenuhnya. Langit benua Aethelgard yang dulu sempat tercemar oleh jelaga kehitaman industri kini telah kembali murni, memancarkan pendar keemasan murni yang memanjakan mata setiap kali surya menyapa dari balik lautan awan putih. Di atas lembah pualam indah yang mengelilingi Kubah Arka, suara dengung mesin uap yang bising dan berbau minyak terbakar tak lagi terdengar sama sekali. Sebagai gantinya, nada getaran halus dari teknologi magnetik purba saling bersahutan dengan desir angin murni yang berhembus menyejukkan ke seluruh penjuru lanskap.
Di sebuah bengkel baru yang didirikan di antara rerimbunan pohon kristal yang berkilauan, Kaelen sedang bersandar santai di bawah palka kapal Aether-Skiff. Jemarinya yang sangat tangkas, meskipun masih ternoda sedikit pelumas oli murni, bergerak lincah menyetel katup transmisi magnetik kapal penjelajah tersebut. Di sekeliling bengkel terbuka miliknya, tidak ada lagi dinding besi berkarat atau jelaga hitam pekat seperti di bengkel lamanya di tingkatan bawah Kota Alveria. Seluruh peralatan mekanis milik Kaelen kini tertata sangat rapi di atas rak-rak kayu petrifikasi, berdampingan secara serasi dengan instrumen kristal kuno yang berhasil ia bangkitkan kembali dari tidur panjangnya.
"Tekanan pendorong magnetiknya sudah benar-benar stabil pada angka seratus persen tanpa fluktuasi," kata Kaelen seraya menyapu keringat tipis di dahinya menggunakan lengan bajunya. Ia menurunkan kunci pas perunggu yang kini telah dimodifikasi khusus dengan batu etherium kecil di bagian gagangnya.
Maya melangkah masuk ke dalam ruangan bengkel terbuka tersebut seraya membawa beberapa gulungan mika transparan dan buku catatan berjangka tebal. Penampilannya masih sesederhana dulu saat ia masih menjadi seorang juru catat muda di Akademi Alveria, namun raut wajahnya kini memancarkan ketenangan jiwa serta keteguhan yang jauh lebih matang.
"Kapal penerima gelombang di perbatasan barat baru saja mengirimkan sinyal pelacak, Kael," ujar Maya seraya mengukir senyum hangat di bibirnya yang anggun. Ia meletakkan gulungan mika tersebut di atas meja kerja pualam Kaelen. "Sebuah kelompok penyintas baru dari tingkatan bawah Alveria berhasil menembus celah awan menggunakan kapal kargo tua yang telah mereka modifikasi dengan sangat cerdik. Medan pelindung Aethelgard telah mengenali pola frekuensi ramah mereka dan memberi akses masuk secara aman."