Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #9

Bab 8

Sarapan pagi selalu dinobatkan di satu ruang yang sama. Orang-orang berkumpul penuh. Nyaris seluruh dari mereka telah menemukan tempat masing-masing. Mungkin hanya Avanthe satu-satunya yang tertinggal. Dia masih dengan tentatif melangkahkan kaki, mencari ... di mana bisa menemukan keberadaan Seline.

Tidak jauh di sana. Lengan gadis itu bergerak diliputi tindakan melahap sesuatu. Ada ruang kosong tersisa, memberitahu bahwa Seline barangkali mencari keberadaannya dan menyiapkan tempat khusus untuk mereke berdekatan. Cukup masuk akal. Avanthe yakin Seline pasti merasa heran dengan dia yang hilang dari asrama.

“Hai,” sapanya sembari menyentuh bahu Seline ketika gadis itu menoleh singkat.

“Kau ke mana saja semalam?” 

Kali pertama, pertanyaan Seline setidaknya menuntut sudut bibir Avanthe melekuk tipis.

“Ada sedikit urusan.”

“Urusan apa?”

Dia belum menemukan jawaban yang tepat ketika tiba-tiba situasi di antara mereka berubah penuh dengan gemuruh keras. Seseorang datang. Yang tak terduga. Membuat Avanthe sesaat menahan napas.

Margarheta Bell.

Dia tidak pernah tahu wanita itu akan muncul di tengah pesta kelaparan. Tidak sendirian pula. Dua pria yang Avanthe lihat secara langsung semalam, turut ikut serta.

Ada tujuan apa?

Benaknya bertanya-tanya, tetapi hanya menemukan sedikit spekulasi jika Margarheta Bell terduga ingin menampakkan diri di hadapan tahanan yang wanita itu renggut dari sebagian besar keluarga, atau memang sebuah agenda sidak yang merupakan alasan mengapa Margarheta Bell melebarkan ekspresi tenang, terlihat persis seseorang dengan hati yang tulus. 

Lihat selengkapnya