Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #19

Bab 18

“Apa yang kau lakukan?”

Avanthe bertanya tak mengerti mengetahui Hores diam-diam mengambil sebuah kotak dari perkakas yang sebenarnya telah disembunyikan oleh Margarheta Bell. Tempat ini nyaris tak tergapai, di mana mereka sempat berjalan melewati luas rubanah dengan percahayaan minim. Memang butuh usaha bertingkat untuk sampai di sini, mencari sebuah pegangan saat sementara kotak yang mereka temukan masih menjadi bagian paling kokoh sekadar dihancurkan.

 Avanthe menatap Hores skeptis, tetapi pria itu tidak menyerah memikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan kunci yang terjebak di dalamnya. Seharusnya tidak begitu sulit. Namun, dipastikan Margarheta Bell telah menyiapkan cara tertentu sebagaimana wanita itu selalu memikirkan prospek menguntungkan diri sendiri.

“Aku rasa, dengan berusaha memecahkan kotak ini tidak akan cukup efektif. Mungkin ada cara lain untuk membukanya?”

Avanthe tidak akan tahan ketika menyadari bahwa mereka juga diburu oleh waktu. Hanya tersisa malam ini untuk membebaskan tahanan, dan mereka belum menemukan cara terbaik.

“Darah.”

Tiba-tiba saja Hores bergumam, seakan pria itu baru saja disirami pengetahuan tertinggal. 

Darah ....

Itu masuk akal untuk menjabarkan hal yang telah mereka lupakan. Avanthe mengerjap menyaksikan Hores mulai menggores telapak tangan sendiri, lalu membiarkan setetes darah masuk pada lubangan kecil di bagian pinggir kotak. 

Reaksi instan segera meliputi penantian mereka. Perlahan, sekelebat cahaya muncul persis suatu siraman murni yang membuat perhatian Avanthe tidak pernah lepas. Dia hanya menatap Hores ketika kotak di hadapan mereka terbuka dengan sendirinya. 

 Anak kunci itu yang tersimpan di dalam sana lantas bergerak setengah melayang ke udara. Telapak tangan Hores langsung menangkap supaya mereka tidak meninggalkan jejak lebih lama. Biarkan kotak yang telah kosong dikembalikan pada perkakas di sana. Maka mereka bisa meninggalkan lorong panjang ini. 

“Kita harus berpencar. Aku akan menunggumu di hutan.”

Lihat selengkapnya