Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #29

Bab 28

"Kenapa kau melihat ayahmu seperti itu tadi?”

Avanthe memilih saat-saat paling tepat sekadar mengajukan pertanyaan. Tidak dimungkiri bahwa Hores berakhir tak berdaya untuk waktu cukup lama. Pria itu bahkan tidak mengatakan apa-apa ketika Raja Vanderox mendekat—hanya untuk memeluknya, yang nyaris tidak memberi tanggapan sampai masa reunian menemukan ujung paling singkat. 

Mereka sudah menjelaskan segala sesuatu mengenai kejahatan Margarheta Bell, membuat pembicaraan tersebut mencapai suatu kesepakatan bahwa mereka harus meningkatkan antisipasi selagi wanita itu sedang berkeliaran bebas.

Cukup menyedihkan saat Avanthe membayangkan bagaimana Margarheta Bell lolos dari api kematian. Dia sudah berharap Hores dapat melenyapkan wanita tersebut dengan mengesampingkan hubungan darah mereka. 

Mungkin kebutuhan lolos dari maut masih menjadi hak istimewa yang dimiliki. Mungkin pula, Avanthe berharap dapat melenyapkan nyawa Margarheta Bell dengan kedua tangannya sendiri. Dia akan menunggu. Membalaskan apa pun atas gebrakan wanita itu.

Sekarang masih tentang Hores. Masih menantikan jawaban dari pria yang dia sadari telah memilih duduk di pinggir ranjang, sambil menunduk dengan kedua tangan saling bertaut—menyangga di atas pangkuan.

“Ada apa denganmu, Hores?”

Avanthe tahu bukan kebiasan pria itu jika memang tidak ada sesuatu yang disembunyikan. Nyaris tidak pernah menyaksikan Hores seperti ini dan secara tiba-tiba menjadi satu petunjuk menyesatkan. Dia segera menyusul pria itu di sana. Duduk begitu dekat sambil menyentuh bahu lebar yang masih terlihat tegang.

Hores menggeleng samar kemudian akhirnya berkata, “Aku tidak tahu. Pikiranku tiba-tiba menjadi kacau saat bertemu dengan ayahku, seperti ada sesuatu yang memaksa saraf-saraf di kepala bekerja cepat. Aku hampir tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyerangnya. Aku tidak ingin menyerangnya.”

Lihat selengkapnya