Tiba-tiba suara Aceli muncul. Respons Hores yang signifikan, membuat pria itu terlonjak, setengah mengatur napas yang menggebu, maka mereka sama-sama menyaksikan Aceli terpaku dengan mata menipis penasaran. Tidak. Karena sebenarnya gadis kecil tersebut sedang menyimpulkan sesuatu.
“Kenapa Daddy makan Mommy?”
Satu pertanyaan seketika memaksa Avanthe melotot ke arah Hores. Pria itu seharusnya bisa menahan diri. Memastikan terlebih dahulu bahwa tidak akan ada yang muncul pada situasi seperti ini. Sekarang, pertanyaan telanjur diucapkan. Aceli masih menunggu, seakan sedang berusaha menjadi simpatisan yang sabar. Mata terang gadis kecil tersebut menjadikan ayahnya sebagai mangsa utama, sampai Hores harus beberapa kali mempekirakan suatu hal—mungkin tidak termasuk ke dalam daftar.
Perlahan, pria tersebut mulai bergeser, cenderung menderak ke arah ranjang, lalu memastikan posisinya persis seperti awal mula mereka tiba di kamar. Gestur tertentu, yang meminta Aceli mendekat, segera membuat senyum di bibir mungil itu melebar. Laju langkah Aceli tampak benar-benar antusias.
“Apa yang kau lakukan di sini, Little Mouse? Kenapa tidak bermain di luar?”
Alih-alih menjawab rasa ingin tahu Aceli terdahulu. Hores malah mengajukan pertanyaan, yang seharusnya membuat pria itu mengerti bahwa anak gadisnya tidak akan menyerah pada perasaan sendiri.
“Aceli ingin main bersama Mommy. Tapi Daddy sepertinya sangat sibuk ‘makan’ mommy. Kenapa Daddy memakan mommy?”
Avanthe tidak tahu bagaimana dia akan menghadapi pertanyaan kritis Aceli. Rasanya memalukan. Hampir tak bisa menahan wajah yang memerah ketika gadis itu itu beralih menatap ke arahnya.
“Siapa yang bilang kepadamu seperti itu?”
Hores mulai hati-hati mengajukan pertanyaan relavan. Setidaknya memang penasaran mengenai pemikiran di benak Aceli. Mungkin, ketika anak perempuannya besar nanti, pria itu akan bersikap sangat-sangat waspada dengan tidak memberi kebebasan. Avanthe dapat membayangkan bagaimana Hores terlalu posessif kepada Aceli dan Hope.
“Aceli lihat sendiri.”
“Aceli mungkin salah lihat. Daddy tidak sedang makan siapa pun, apalagi memakan mommy.”
Mulai mencari celah. Itu yang seharusnya memang Hores lakukan. Avanthe terus memperhatikan setiap detil hal yang dilakukan pria tersebut, seperti saat ujung ibu jari Hores memainkan dagu gadis kecilnya.
Aceli menggeleng sebagai bantahan paling mutlak. “Daddy melakukannya. Seperti Daddy King saat sedang makan Mommy Panda.”
Kingston dan Pandora.