Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #33

Bab 32

“Berjanji kepadaku kau akan kembali.”

Rasanya sudah berkali-kali Avanthe mengatakan hal serupa. Sudah berkali-kali pula dia meresapi setiap sentuhan Hores seperti sesuatu yang berbeda. Tidak tahu bagaimana akan menyebut perasaan ini. Hanya tidak bisa membayangkan lebih jauh ketika dia harus berdebar terlalu keras, sementara perjalanan yang akan Hores lakukan bersama sebagian besar pasukan sudah melewati pelbagai persiapan.

“Ya, My Love. Aku janji akan kembali.”

Ungkapan Hores sedikit diliputi cubitan ringan di bagian akhir. Avanthe tidak meringis. Itu tidak sakit. Justru dia khawatir tentang saat-saat di mana Hores mulai mengambil langkah mundur bersama dengan pedang yang ditautkan di pundak pria itu. 

Tidak.

Avanthe segera mengambil satu langkah maju sekadar masuk ke dalam dekapan Hores. Merasakan betapa hangat setiap aliran di tubuh pria itu menyambar di denyut nadinya.

“Aku mencintaimu.” Dia berbisik sangat pelan. Sengaja membiarkan Hores sebagai satu-satunya pendengar terbaik. Pria itu tersenyum tipis, lalu menjatuhkan kecupan ringan di pipinya.

“Aku jauh lebih mencintaimu.”

Sekarang ditambahkan ciuman ringan di bibir, tetapi Hores tak segan-segan bicara lugas. Semua pasukan mungkin sudah mendengar, menafsirkan jika itu adalah ungkapan balasan. Ya, mereka mungkin telah tahu apa yang dia katakan dengan usaha menutup-nutupi. Hores memang tidak bisa diajak kompromi. 

Avanthe mendengkus singkat, dan berusaha untuk merelakan pria itu pergi setelah melepaskan diri. Setidaknya anak-anak masih tidur di dalam kamar. 

Tidak ada lagi. Tangan Avanthe melambai ketika Hores dan Raja Vanderox mulai mengambil langkah, diikuti para pasukan yang berbaris rapi di belakang. Dia menarik napas dalam-dalam seakan situasi terasa begitu hening. Kembali ke kamar mungkin bukan ide buruk. Avanthe akan menemani anak-anak bangun. Semalam, mereka sempat bermain bersama Hores hingga terkapar di ranjang.

“Mrs. Winter.”

Tiba-tiba suara familiar dari seseorang seperti menggema di bawah langit istana. Avanthe mengurungkan niat untuk melangkah. Penasaran. Segera berbalik badan dan mendapati Ankrostera ada di sana. Di balik pilar—sepertinya sudah cukup lama, sehingga wanita itu tampak menderap hati-hati saat mendekat.

Lihat selengkapnya