Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #37

Bab 36

Kemunculan wanita itu ditindai gemuruh angin di langit malam. Semua pasukan telah membentuk benteng pertahanan. Tidak banyak yang Avanthe inginkan. Hanya mencari keberadaan si bayi.

Di mana Hope?

Benak Avanthe bertanya-tanya, tetapi tidak menemukan petunjuk. Wanita itu dapat dipastikan menyembunyikan si bayi saat ini. Ada siasat yang seharusnya dia pahami. Mungkin Margarheta Bell ingin menjadikan Hope sebagai angka negosiasi, melihat apakah kesempatan untuk menguasai Istana Bawah Tanah masih berlaku atau tidak. 

Namun, bukan itu yang akan wanita tersebut dapatkan. Avanthe tidak akan membiarkan Margarheta Bell menguasai keduanya. Terlalu berbahaya jika wanita tersebut mengambil peran lebih jauh. Perang berbahaya lainnya, yang terparah, akan terjadi bukan hanya di Istana Bawah Tanah. 

Hasrat Margarheta Bell tidak lagi samar, tetapi yang paling pertama adalah mencari keberadaan si bayi. Avanthe yakin Hope ada di suatu tempat di dekat mereka. Dia menatap Hores di sampingnya. Memastikan pria itu mengerti bahasa isyarat ketika mereka melakukan kontak mata.

Anggukan nyaris tak terlihat paling tidak membuat Avanthe merasa lega. Dia menggenggam lengan Hores dengan erat begitu Margarheta Bell memberi perintah kepada pasukan untuk menyerang. 

Dalam hitungan satu sampai tiga, Avanthe membuat kesepakatan tertentu; mata gelap Hores masih menatap ke arahnya, kemudian pria itu menarik langkah mereka supaya meninggalkan medan perang. 

Hope tidak di sini.

Kemungkinan terbesar berada di arah berlawanan. Selatan. Mungkin Margarheta Bell meletakkan si bayi di kawah curam atau terburuknya ... bukit terlarang. Dia dan Hores harus merangkak ke ketinggian untuk menemukan petunjuk.

“Hati-hati.”

Pria itu menawarkan bantuan ketika mereka telah memanjat naik di tanah bebatuan. Avanthe mengerti. Secara tentatif akhirnya dapat menyusul Hores supaya berdiri tegap di ketinggian. Semua prajurit dengan senjata tampak terlihat seperti semut di kejauhan. 

Lihat selengkapnya