Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #38

Bab 37

Avanthe tak ingin membayangkan bagaimana perang di perbatasan wilayah akan sangat buruk. Dia menengadah serius ke wajah Hores. Dapat sedikit merasakan bahwa sinyal getaran sudah mulai beranjak samar. Sepertinya perang akan berakhir dengan salah satu pihak terkalahkan. 

“Kau tenang saja. Ayahku sudah menyusun rencana untuk memerangkap wanita itu. Besok dia akan dihukum dengan diranjam.”

“Dia memang pantas, bukan begitu?” tanya Avanthe lambat. Perjalanan terasa lebih indah ketika Hores sedikit menunduk hanya untuk melakukan kontak mata dengannya.

“Ya. Kita sudah sampai.”

Tiba-tiba pria itu berbisik dengan senyum tertahan. Hores benar. Mereka akhirnya mendarat di Istana Bawah Tanah. Ankrostera diliputi raut penuh kelegaan segera menyambut dan mengambil Hope yang sedang tidur di dekapan Avanthe.

“Aku rasa wanita itu memberinya mantra khusus supaya terus tertidur.”

Sedikit bergumam. Itu yang Avanthe terima dan langsung menatap Ankrostera penasaran. Wanita ini bebas dari hukuman. Tentunya ... setelah lama menjadi pengikut Margarheta Bell, ada hal-hal yang sudah dipahami. Barangkali dia dapat memastikan sebuah prospek terbaik.

“Kau bisa mematahkan mantra itu?” tanya Avanthe hingga Anksrostera mengangguk pasti. 

Mereka seharusnya melangkah pergi, tetapi segerombolan suara derap langkah yang menggema di sekitar kaki langit seakan tidak pernah luput perhatian. Bagaimanapun, Avanthe memberi gestur kepada Ankrostera agar wanita itu segera membawa Hope kembali ke kamar bersama Aceli yang dijaga ketat oleh beberapa prajurit istana. 

Sementara dia dan Hores akan menunggu. Cukup tegang mengamati kedatangan Raja Vanderox bersama anggota perang lainnya. Di tengah barisan terdapat Margarheta Bell yang kumuh, berdebu, begitu kacau menghadapi kekalahannya sebagai wanita pecundang, kejam, tetapi ini belum setimpal. 

“Bawa dia ke penjara paling terpencil. Jangan berikan apa pun kepadanya. Besok pagi aku sendiri yang akan mengeksekusi.”

Suara Raja Vanderox terdengar penuh ambisi. Kebohongan Margarheta Bell selama ini benar-benar melampaui batas. Meskipun untuk saat ini sorot mata Avanthe terpaku pada kondisi Ellordi. Beberapa bagian kain di tubuh ayahnya tampak robek. 

Lihat selengkapnya