Cinta di Jantung Istana

Bloody Sheesh
Chapter #39

Bab 38

Besok pemakaman terhadap jasad Avanthe akan segera dilakukan. Rasanya Hores tidak siap. Tidak akan pernah siap, meski sudah mati-matian mencoba merelakan.

Raja Vanderox baru saja meninggalkan ruang di mana dia memutuskan untuk menyusun kesendirian, merasakan betapa hening kehampaan dalam dirinya. Namun, ketika sang raja meminta supaya dia pergi mencari hiburan atau setidaknya merasakan cinta yang lain, Hores tak akan bisa mengharapkan hal tersebut. Tak lagi bisa mencintai sesuatu setelah kehilangan segalanya. Semua hancur dan lenyap. 

Dia bahkan belum siap menemui anak-anak. Belum saat merasa yakin bahwa bayangan wajah Avanthe akan muncul di mata kedua anak mereka. Cinta selalu begitu jahat. Setelah habis pada satu hati, dia akan merenggutnya secara kejam. 

Dia sudah menyerah. Masih hanya menatap setengah kosong pada ruang begitu gelap—tanpa apa pun; atau setidaknya melakukan sesuatu. Hores sama sekali tidak memiliki gairah atas kehilangan yang luar biasa besar. Sedikit tak dimungkiri bahwa sesuatu dari dirinya telah hilang; meski ada sepercik aroma familiar, seperti ingin mengambil tempat di sisi terdalam yang dia sembunyikan.

Hores menoleh—tidak peduli betapa seluruh keadaan terlalu gelap. Hanya bersikap patuh terhadap insting. Ada hal yang sepertinya tidak dapat dia lewatkan.

***

Genangan darah yang mengeras seperti kolam batu di dalam peti, perlahan secara alami menjadi retak-retak. Di mana peristiwa murni kembali menegaskan suatu keajaiban paling nyata. Darah membeku itu perlahan kembali mencair kental seperti seharusnya. Kemudian, jemari tangan yang sempat begitu kaku, mulai menunjukkan respons secara perlahan.

Lihat selengkapnya