Cinta Di Langit Finlandia

Nila Kresna
Chapter #17

Di Lantai Atas

Langkah kaki pelan mendekat.

Amara.

Kali ini ia tidak berhenti di kejauhan.

Ia berdiri lebih dekat, cukup untuk melihat jelas wajah Zidan.

Tatapannya berbeda.

Lebih dalam.

Lebih mencari.

Seolah ingin menemukan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Zidan menyadari itu.

Namun ia tidak menoleh.

Ia tetap berdiri tegak, memberi ruang bagi semua keraguan itu untuk jatuh… atau bertahan.

Perempuan itu akhirnya mengembalikan kartu identitas tersebut.

“Tante pulang dulu, Amara,” ucapnya lebih tenang, meski sisa ketegasan masih terasa. “Nanti Tante datang lagi kalau sudah ada waktu.”

“Iya, Tante…” jawab Amara pelan.

Namun matanya tidak beralih.

Tetap tertuju pada satu orang.

Zidan.

Dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai—tidak ada lagi keraguan di tatapan itu.

Hanya diam… yang perlahan berubah menjadi percaya.

Setelah kepergian perempuan itu, keduanya masih saling memandang.

“Jalan-jalan sebentar,” ajak Zidan.

Dibalas senyuman tipis Amara. Lalu entah dimulai dari mana, kedua tangan itu saling berpegangan, melangkah seirama. Senyuman tipis Amara terlihat dalam tundukan kepalanya.

Sesekali Zidan mengecup tipis punggung tangan itu, mempertontonkan luapan rasa yang tidak lagi disembunyikan. Entah sampai mana langkah kaki ini, ia juga tidak tahu tujuannya—hanya ingin melangkah bersama.

Lihat selengkapnya