Cinta Di Langit Finlandia

Nila Kresna
Chapter #28

Godaan Diujung Malam.

“Tidur di sini saja.”

Amara memukul dada Zidan. “Jangan gila.” Ia mendorong hingga Zidan turun dari atasnya. “Masih sakit, masih ‘jail’.”

Zidan tertawa kecil. “Aku serius, tidur di sini saja. Kita juga sudah pernah tidur bersama,” katanya lagi menggoda.

“Zidan! Itu bukan tidur bersama namanya.”

Beberapa detik kemudian, Zidan kembali naik ke atas tubuh Amara. Kali ini tatapannya berubah. “Memangnya menurutmu tidur bersama itu seperti apa?” tanyanya dengan mata sayu.

Seketika Amara salah tingkah, bingung harus menjawab apa. “Minum obat dulu,” katanya mengalihkan.

“Jawab dulu.” Zidan mencium pipinya, nyaris ke telinga.

Amara memejamkan mata, menahan dada Zidan yang semakin mendekat. “Dulu kamu nggak seperti ini loh, Zii.” Ia sedikit tersenyum, hendak menggeser tubuh pria itu.

Zidan menahan tangan Amara. “Memang dulu bagaimana? Kamu saja yang belum tahu.”

“Zidan, sudah. Awas, badan kamu masih panas.”

“Jawab dulu.”

Amara mencubit perutnya.

“Aaa…”

Barulah Zidan bergeser dari atas Amara, menetralkan rasa yang sempat ada.

“Aku nggak bawa baju, pulang saja. sepertinya kamu sudah baikan.”

“Pakai bajuku.” Zidan beralih ke lemarinya, mengeluarkan kaos hitam juga celan pendek miliknya lalu memberikannya pada Amara. “Aku keluar sebentar, beli beberapa barang yang kamu butuhkan.”

“Kamu masih panas.” Amara sudah duduk di ranjangnya.

“Sudah baikan.” Ia kembali ke lemarinya, mengambil baju lain lalu mengganti bajunya di sana.

Amara melipat bibirnya saat melihat Zidan tanpa baju di depannya. ketika Zidan berbalik dan memergokinya, Amara buru-buru mengalihkan pandangannya. Senyum tipis muncul di bibirnya.

Zidan mendekat lagi ke ranjang, melebarkan tangan. “Sini.”

Amara bangkit dan langsung memeluknya.

“Mau makan apa?” tanya Zidan dalam pelukan.

Lihat selengkapnya