Jam di tanganku sudah mulai menunjukkan pukul 12.45, tandanya sebentar lagi waktu masuk kelas berikutnya akan dimulai, dengan setengah berlari aku memacu langkah langkah kakiku menuju kelas mata kuliah siang ini. Tepat jam 13.00 siang ini aku akan belajar mengenai pelajaran Pengantar Ilmu Bahasa dan Satra. Ah iya, sebelumnya mari aku perkenalkan dahulu aku berada di Fakultas mana dan Universitas mana aku mengambil program S1 ini.
Aku mengambil mata perkuliahan di Fakultas Ilmu Budaya yang berada di Universitas Gadjah Mada (yang biasa lebih dikenal oleh kebanyakan orang dengan UGM). Universitas Gadjah Mada ini merupakan perguruan tinggi negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Dan merupakan perguruan tinggi negeri pertama dan tertua yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia setelah kemerdekaan. Resmi berdiri pada 19 December 1949 (Menurut Arsip UGM yang aku baca dari perpustakaan kampusku). Dan memang perguruan tinggi yang sangat bergengsi di semua kalangan dan persyaratan masuknya kamu harus bisa bersaing dengan begitu banyak orang yang ingin sekali berkuliah di sini.
Beruntung sekali aku dapat bersaing dan akhirnya diterima untuk berkuliah di UGM ini. Aku berhasil mewujudkan cita-citaku untuk menempuh perkuliahan di Universitas kebanggaan Indonesia ini. Hatiku seakan ingin melambung jauh tinggi ke udara luar sana yang sedang berawan namun berangin sejuk.
Mari kita kembali ke topik perkuliahan hari ini, karena baru memasuki semester pertama, mata pelajaran yang aku dapat masih termasuk kategori awal yang tentu masih sedikit untuk diberikan pekerjaan rumahnya (istilah kerennya Homework gitu).
Targetku di semester pertama ini harus mencapai nilai IP minimal 3.00, karena memang harus sejak dari semester awal ini target IP harus dikejar sehingga jika nanti sudah memasuki semester semester akhir, nilai IP kita tidak akan turun atau tetap stabil (sudah tentu masalah nilai IP ini akan mempengaruhi hasil akhir perkuliahan nanti).
Kenapa aku memilih jurusan Ilmu Bahasa dan Sastra, karena memang aku sangat menyukai bahasa dan sastra Jawa tepatnya. Bahasa dan sastra Jawa itu ibaratnya sudah mendarah daging di dalam jiwa dan ragaku walau penampakanku campuran begini, jiwa Indonesiaku kental sekali. Keluarga papaku mereka orang Jawa tulen, mereka kebanyakan berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah.