Ah.. siang itu berasa panas sekali, seakan-akan matahari bersinar terik tanpa henti kearahku. Keringatku sudah mulai tampak membasahi dahiku yang sedikit berminyak sedaritadi. Mobil angkutan umum yang aku tunggu-tunggu tidak kelihatan sedikit pun ujung-ujung bannya itu.
Sambil gelisah aku mulai memperhatikan jam tangan pinkku yang sudah menunjukan pukul 12.00 siang, gawat dalam hatiku, aku hanya punya waktu kurang dari satu jam untuk segera hadir dalam mata kuliah pelajaran Professor Rawikara yang terkenal galak dan killer itu.
Akhirnya mobil angkutan umum warna biru muda telur asin yang aku tunggu-tunggu datang, tak perlu berlama-lama aku pun segera naik dan mengambil posisi dekat dengan jendela agar aku masih bisa mendapatkan sedikit hembusan angin segar untuk mengobati rasa kepanasanku siang itu.
Memang rupanya hari ini Dewi Fortuna tidak berpihak kepadaku, jalanan pun terlihat mengalami kemacetan parah siang itu. Dengan gusar aku melirik jam tanganku yang sudah sangat mepet sekali waktunya masuk jam perkuliahan kampusku, sambil menggerutu aku menyalahkan diriku sendiri juga, seandainya saja aku berangkat lebih awal menuju kampusku. PASTI TIDAK BEGINI!
Tepat pukul 13.00 mobil angkutan umum warna biru muda telur asin yang aku naikin sampai pas di depan pintu gerbang warna hitam kampusku, setelah aku membayarnya, aku pun langsung melesat dengan kekuatan langkah seribuku, aku berlari secepat mungkin menuju kelas perkuliahan hari ini. Sesampainya di depan kelas, aku berusaha menormalkan seluruh indera pernapasanku (karena saking cepatnya aku berlari, paru-paruku berasa mau lepas dari rongga dadaku). Aku ingat, hari ini aku akan belajar mengenai Antropologi, yang adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari manusia secara holistik (menyeluruh), mencakup aspek biologis / fisik, sosial, budaya, dan evolusinya dari masa lampau hingga kini. Ilmu ini mengkaji keragaman kebudayaan, perilaku, bahasa, dan pola hidup manusia dengan pendekatan komparatif dan penelitian lapangan langsung. Antropologi sering kali berfokus pada pendekatan Ideasional (konsep / ide), Behavioral (perilaku), Matrealisme budaya.
Antropologi itu ada beberapa macam, tergantung cabang ilmu dan spesialisasinya. Yang aku pelajari sekarang adalah Antropologi dalam prodi Bahasa dan Sastra Jawa UGM diintergrasikan melalui kajian kebudayaan Jawa yang holistik, tidak hanya fokus pada teks sastra tetapi juga konteks sosial, perilaku dan tradisi masyarakat penggunanya. Bagaimana budaya Jawa dipraktikkan, diwariskan dan diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi intinya mengkaji hubungan antara karya sastra Jawa dengan budaya penuturnya untuk memahami tindakan bermasyarakat dan pandangan hidup orang Jawa. Pokoknya sangat menarik menurutku. Jalur pernapasanku mulai kembali normal, paru-paruku sudah mulai mengembang dan mengempis sesuai arah yang benar, YA, AKU SIAP BELAJAR SIANG INI!
Sesampainya di depan pintu kelas, aku mendadak kaku tidak berani mengetuk pintu kelasku. Dikarenakan adanya sosok Professor Rawikara yang sedang berdiri disitu (tepat dekat pintu kelas). MATENG! Alasan apa yang harus aku berikan atas keterlambatanku 10 menit ini. Bulir bulir keringatku semakin menjadi-jadi dan dahiku menjadi gatal oleh keringatku sendiri.