CINTA ITU K.A.M.U

Shinbul
Chapter #9

Mimpi

"Senyummu sungguh hangat pagi ini, wajahmu tampak manis ceria sekali di saat aku menjemputmu, Helena.. Hari ini dirimu memakai dress warna krem muda bernuansa bunga-bunga. Sungguh cantik, menggoda hatiku yang sudah lama sangat memujamu ini. "Ya, betapa aku sangat mencintaimu pujaan hatiku, detak jantungku ini terasa begitu meluap-luap tak terbendung dan mendambakan seluruh kisah kasih romantisku bersamamu. Dirimu adalah alasan terbaikku untuk tetap merindumu. Tanpamu sehari saja hatiku bagaikan lautan yang tak bertepi, tetapi sekarang dirimu telah menjadi tempatku untuk berlabuh tanpa lelah, selamanya.. Terima kasih sayangku, Helena. CINTA ITU KAMU (sambil kukecup mesra penuh cinta kening dan kedua pipimu itu, wajahmu langsung bersemu-semu merah seperti bunga Dandelion merah (varietas merah muda / pink) kesukaanmu itu. Sejak awal aku mengenalmu dihari kedatanganmu di pesta itu, dirimu sangat menyukai bunga dandelion, bunga yang diyakini berasal dari daratan Mediterania, Eropa, dan Asia, yang kemudian tersebar ke seluruh dunia. Bunga dandelion memiliki nama ilmiah Taraxacum officinale, nama “Dandelion” berasal dari bahasa Prancis dent de lion, yang berarti "gigi singa”, merujuk pada bentuk daunnya yang tampak bergerigi. Dandelion juga dipercaya selama lebih dari seribu tahun dijadikan pengobatan tradisional, akar dan daun dandelion telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, Yunani, dan Romawi sebagai tonik kesehatan, terutama untuk fungsi hati dan ginjal. Dandelion juga dikenal sebagai tanaman liar yang sangat tangguh, mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah dan lingkungan. Ada beberapa arti filosofi dari warna bunga Dandelion, yaitu dandelion merah / merah muda melambangkan cinta dan kelembutan, sedangkan dandelion putih melambangkan harapan / kesembuhan, dan kuning melambangkan kebahagiaan.

Ah... aku rasa aku pun jadi menyukai bunga Dandelion.. bunga yang seakan bisa membuatmu kecanduan, setiap ada kamu, selalu tidak lupa kalau bunga Dandelion itu selalu ikut hadir bersama paras cantikmu, Helena...

Helena.. Helena.. senyumku pun semakin sumringah di wajahku yang tampan ini. Aku dan kamu memang sudah ditakdirkan untuk bersatu walau diantara begitu banyaknya perbedaan kita. Helena... AKU CINTA PADAMU.

TREETTT... TREETTT... TREETTT... Alarmku pun berbunyi kencang sekali, tanpa aku sadari sudah waktunya aku bangun, tak terasa begitu terlelapnya aku tertidur akibat kelelahan membantu menyiapkan beberapa project yang sedang aku kerjakan bersama dengan mbakyu Manika, kakak perempuanku di Solo nanti. Aku pun segera beranjak dari tempat tidurku, sambil duduk sebentar di kursi meja kerjaku, aku mencoba mencerna apa yang sedang terjadi padaku dari semalam hingga pagi tadi, mimpiku itu berasa begitu nyata sekali. Aku mulai menepuk, mencubit kedua lenganku, bahkan mencoba memandangi wajahku sendiri di sebuah kaca kecil yang ada di meja kerjaku. "Apakah benar yang telah kurasakan semalaman hingga pagi tadi?" Aku mencoba menggaruk kulit kepalaku yang tampak tidak gatal namun menggelitik untuk aku garuk. Sekali lagi aku mencubit kedua lenganku, ah sakit rupanya. AH, INI SUNGGUH MIMPI!

"Oh, Tuhan, Siapakah gerangan wanita itu?"

Lihat selengkapnya