CINTA ITU K.A.M.U

Shinbul
Chapter #10

Gunung Prau

Akhirnya liburan semesteran ganjil telah tiba, semua mahasiswa, mahasiswi, dan semua dosen pun bersuka ria sekali menyambut momen liburan semesteran ini. Liburan semester kali ini berlangsung biasanya selama 1 bulan hingga 2 bulan (Aku pun tersenyum dengan bahagianya, karena di liburan kali ini akan ada acara mendaki gunung bersama, belum pernah aku mendaki gunung baik ketika aku ada di Austria maupun di Indonesia, ini adalah kali pertamaku mendaki). Hatiku mendadak terpacu Euforia sesaat, adrenalinku naik memuncak di dalam dadaku, bergemuruh tiada henti seakan ingin segera pergi mendaki saat itu juga.

"TAHAN HELENA.. TAHAN.. JANGAN GEGABAH, MASIH BANYAK YANG HARUS KAMU PERSIAPKAN SEBELUM MENDAKI". Tepat seminggu lagi kami akan berangkat dan beberapa dari kami para mahasiswa dan mahasiswi akan mengadakan acara mendaki gunung di Jawa Tengah. Gunung Prau namanya, Gunung Prau yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, adalah salah satu destinasi favorit bagi para pendaki pemula dan profesional. Dengan ketinggian 2.565 - 2.590 meter di atas permukaan laut, Gunung Prau menawarkan sensasi pemandangan yang spektakuler, terutama saat matahari terbitnya (Golden Sunrise), dan merupakan pemandangan sunrise yang terbaik di Jawa Tengah, dan juga pemandangan Gunung Sindoro - Sumbing (Ah indah sekali mereka terlihat seperti dua pegunungan kembar), dan ada juga hamparan bunga Daisy (Bunga daisy umumnya melambangkan awal yang baru, kesucian, kepolosan, dan keceriaan. Bunga Daisy ini juga sering dikaitkan dengan cinta sejati, kesetiaan, dan persahabatan, menjadikannya simbol kebahagiaan tulus dan ketenangan). Nama Daisy berasal dari bahasa Inggris Kuno "dæges eage", yang berarti "mata hari", karena kelopaknya mekar saat fajar dan menutup saat senja. SUNGGUH INDAH SEKALI (Aku begitu tidak sabar untuk melihat bunga Daisy ini, apakah dia akan secantik Bunga Dandelion kesayanganku itu). Gunung Prau memiliki 6 jalur pendakian resmi, yaitu Patakbanteng, Dieng, Kalilembu, Wates, Dwarawati, dan Igirmranak. Jalur Patakbanteng adalah jalur paling populer, tercepat (sekitar 2 jam 5 menit - 3 jam), namun menanjak tajam, sangat cocok untuk pemula yang ingin tantangan fisik awal. Terdapat jalur baru yang lebih landai dari pos 2.

Jalur Dieng Wetan (Wonosobo) adalah jalur yang landai dan santai, cocok untuk pemula yang ingin menikmati pemandangan, berdekatan dengan komplek Candi Dieng. Sedangkan Jalur Wates (Temanggung) adalah jalur yang teduh dan relatif lebih sepi dibandingkan Patakbanteng, cocok untuk yang mencari ketenangan, dengan estimasi waktu sekitar 3 jam. Selain itu ada Jalur Kalilembu (Wonosobo) adalah salah satu jalur yang direkomendasikan dengan trek yang moderat dan menyuguhkan pemandangan perkebunan warga (Ini lumayan indah kalau kata dari salah seorang teman kampusku), kebetulan dia merupakan anak gunung.

Jalur Dwarawati (Wonosobo) adalah jalur yang tergolong sepi, cocok untuk pendaki yang mencari ketenangan dan ingin berkemah dengan suasana lebih privat (biasanya para pendaki yang membawa keluarganya), cocok di jalur pendakian ini. Satu lagi Jalur Igirmranak (Wonosobo) adalah jalur terbaru dengan pemandangan menakjubkan dari sisi lain Gunung Prau. Menurutku semua jalur yang ada di jalur pendakian ini sangat menarik untuk dicoba (kembali lagi adrenalinku memuncak karena tidak sabar untuk mendaki ke Gunung Prau). Bagi anda yang ingin menikmati camping dengan pemandangan indah, Gunung Prau adalah pilihan yang tepat, padang sabana dan sunrise adalah keunggulan utama dari gunung ini. Suhu di Gunung Prau sangat dingin, terutama saat musim kemarau, oleh karena itu pastikan jika ingin mendaki ke Gunung Prau untuk membawa perlengkapan yang sesuai.

Lihat selengkapnya