CINTA ITU K.A.M.U

Shinbul
Chapter #12

Ruang Rasa

Perjalanan kali ini dari Yogyakarta ke Basecamp Gunung Prau via Patakbanteng membutuhkan waktu berkendara sekitar 3 hingga 4 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 108 km. Jalur ini merupakan salah satu rute terfavorit bagi para pendaki karena waktu pendakiannya yang relatif singkat dan dekat dari Yogyakarta. Selama perjalanan naik bus menuju Gunung Prau, diantara kami terbagi menjadi beberapa kelompok kegiatan, Pertama, ada yang lebih memilih beristirahat (misalnya duduk santai di bus sambil memakan camilan / snack ringan). Kedua, tidur (memejamkan mata selama perjalanan, mengumpulkan tenaga sebanyak mungkin agar nanti ketika sampai di Gunung Prau, badan terasa prima dan bugar pada saat pendakian). Ketiga, menikmati pemandangan indah yang pasti dilewati ketika perjalanan menuju Gunung Prau (Jawa Tengah), yang memang sangat terkenal dengan keindahan alamnya yang spektakuler. Jalurnya yang menyajikan pesona magis dari hutan-hutan pinus, padang sabana dengan hamparan Bunga Daisy (Hamparan bunga kecil yang tumbuh liar di sela-sela sabana, saat paling cantik melihat Bunga Daisy bermekaran adalah sekitar bukan April hingga bulan September), serta lautan awan (Sea of Clouds), yang menakjubkan mata, hati dan pikiran setiap insan. Puncaknya adalah menyuguhkan pemandangan terbaiknya sepanjang masa di Pulau Jawa (Golden Sunrisenya), dengan berlatar belakang gugusan 5 Gunung (Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet). THE BEST BANGET POKOKNYA!

Keempat, ada juga yang melakukan briefing dan koordinasi rute pendakian, membahas rencana pendakian, seperti pembagian tugas (seperti Navigator biasanya berada di garda terdepan, bertanggung jawab sebagai penunjuk jalan. Tugas utamanya meliputi membaca peta atau kompas, memeriksa kondisi jalur, dan berkoordinasi dengan leader untuk menentukan arah dan kapan waktu istirahat. Leader atau pemimpin pendakian adalah orang yang paling berpengalaman. Posisinya berada di belakang navigator atau di tengah rombongan agar bisa memantau seluruh anggota tim. Tugasnya mengambil keputusan penting (seperti putar balik jika cuaca buruk), mengatur ritme jalan, dan menjaga moral tim agar tetap solid. Follower, merupakan anggota biasa atau pendaki pemula yang berjalan di antara leader dan sweeper. Tugas mereka adalah menjaga jarak aman antar pendaki (agar tidak terputus) dan menjaga kestabilan ritme jalan (tempo) kelompok. Sweeper, berada di barisan penutup rombongan untuk memastikan tidak ada anggota yang tertinggal, tersesat, atau mengalami cedera. Posisi ini membutuhkan fisik yang kuat dan kesabaran ekstra untuk mendampingi pendaki yang kelelahan di akhir barisan. Selain itu ada juga Logistik / Chef, biasanya anggota yang mengatur dan membawa perbekalan makanan serta bertanggung jawab memasak saat di camp. Ada juga Medis, biasanya anggota yang membawa perlengkapan P3K dan memiliki kemampuan dasar penanganan medis darurat (misalnya, penanganan hipotermia atau masalah kesehatan lainnya). Kelima, ada juga yang sibuk mempersiapkan perlengkapan, seperti mengenakan pakaian khusus hiking dan memastikan peralatan pribadi seperti daypack sudah rapi sebelum tiba di lokasi pendakian.

Keenam, ada yang sibuk berburu foto-foto indah selama perjalanan (mulai dari pemandangan sepanjang jalan dari mulai berangkat sampai tiba di lokasi pendakian), sampai foto-foto teman seperjalanan (mulai dari teman sebangku sampai teman-teman yang lainnya). Dan yang paling akhir biasanya paling populer ketujuh, ada juga yang sibuk bersosialisasi satu sama lain, misal bermain gitar dan bernyanyi bersama di dalam bus. Hal ini sangat menyenangkan, apalagi jika mendengar permainan gitar dengan teknik dan penjiwaannya yang kena banget di hati serta perpaduan suara merdu penyanyinya (sudah pasti kami yang mendengarnya pun, terpancing untuk ikut serta bernyanyi).

Aku sendiri lebih memilih untuk beristirahat dan duduk santai sambil menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan di sisi kanan dan kiriku, luar biasa aku dibuatnya, memang seindah itu. Ketika aku sedang terbuai suasana indah menikmati pemandangan gunung, terdengarlah suara petikan gitar yang terdengar sangat rapi dan presisi, bahkan transisi kuncinya halus banget! Lalu terdengarlah suaranya yang merdu, melantunkan lagu Ebiet G.Ade yang Elegi Esok Pagi...

Ijinkanlah kukecup keningmu

Bukan hanya ada di dalam angan..

Esok pagi, kau buka jendela

"Kan kau dapati seikat kembang merah"

Engkau tahu, aku mulai bosan

Bercumbu dengan bayang-bayang

Bantulah aku temukan diri

Menyambut pagi, membuang sepi

Lihat selengkapnya