CINTA ITU K.A.M.U

Shinbul
Chapter #15

Cinta Itu Bersemi

Pendakian kami ke Gunung Prau hanya berlangsung selama 3 hari 2 malam. Perasaan kami setelah mendaki gunung rasanya sangat luar biasa. Perasaan kami becampur aduk, antara rasa lelah mulai dari fisik yang terpakai sejak awal mulai pendakian, rasa bangga setelah berhasil melakukan pendakian ke Gunung Prau (momen ketika kamu berhasil menaklukkan diri sendiri hingga berhasil sampai puncak pendakian, dengan medan tempuh yang luar biasa menantang). Ada juga perasaan damai dan kagum, ketika kamu bisa melihat pemandangan alam yang sangat bagus dan indah. Pemandangan sempurna karya Sang Pencipta. Momen-momen yang bakal kami nantikan di suatu saat nanti, saat ketika ada sekelompok anak manusia yang rindu akan keindahan alam sempurna ini.

Perjalanan kami turun dari puncak Gunung Prau berlangsung aman dan lancar, tidak lupa kami membawa serta segala sampah-sampah kami selama di atas sana (seperti sampah makanan, plastik kemasan, tissue basah ataupun tissue kering, dan lain-lainnya). Karena prinsip utama dalam pendakian adalah "Bawa naik apa yang kamu bawa, dan bawa turun kembali semua sampahmu". Kalau bukan kami yang menjaga alam semesta, siapa lagi yang akan menjaganya.

Kami semua pun kembali ke Yogyakarta, kota tempat kami siap beraktivitas kembali seperti biasanya. Kota Yogyakarta, yang menurutku sebagai kota pengharapan dan seni. Kota tercintaku, kota yang penuh rasa cinta, apalagi ada seorang pujaan hatiku tercinta, Professor Rawikara yang luar biasa tampan dan menawan hati.

HELENA... HELENA ... Aku merasakan namaku dipanggil oleh seseorang yang terdengar akrab di telingaku. Rupanya salah seorang teman baikku di kampus. Dia bilang, jika nanti kami sudah tiba di Yogyakarta kembali, jangan lupa kami akan ada meeting evaluasi malam ini jam 20.00 WIB mengenai acara pendakian kali ini (semua peserta pendakian diharapkan untuk ikut serta dalam meeting nanti malam). Wah tampaknya sudah banyak kegiatan yang akan menunggu kami nanti di Yogyakarta rupanya.

Waktu menunjukan sekitar jam 19.00 malam kami pun akhirnya sampai dengan selamat kembali di Yogyakarta. Perjalanan cukup lancar tidak ada hambatan yang mengganggu selama perjalanan kami. Aku pun segera mengemasi barang-barangku dan langsung bergegas menuju ke arah kos aku, mengingat sebentar lagi waktunya meeting evaluasi. Setibanya di kosku, terlihat Si Bona dan Si Boni, 2 ayam jantan piaraan bapak kosku sedang melamun seru di kandangnya yang terpisah (kalau menurut bapak kosku, biar tidak berantem katanya lebih baik mereka berada di kandang terpisah), entah apa yang sedang mereka berdua pikirkan sampai besok pagi nanti. Ah, rasanya aku kangen dengan suasana kamar kos aku, selalu ada rindu untuk membawaku pulang, kamar kos aku memang tidak terlalu luas, namun nyaman untuk tempat beraktivitas aku sehari-hari (suasananya bernuansa sedikit warna pink dan ungu muda, ada satu jendela kecil untuk ventilasi udara, semuanya tampak minimalis pokoknya).

Tepat jam 19.45, aku sudah bersiap-siap membuka link untuk zoom meeting evaluasi malam ini, walaupun aku hanya anggota biasa dalam kelompok organisasi di kampusku, tetap saja kehadiranku juga sangat penting, selain untuk bisa memberikan masukan mengenai evaluasi acara mendaki ke Gunung Prau. Meeting evaluasi pun dimulai, tak diduga tak disangka salah satu pemimpin meeting evaluasi adalah Professor Rawikara sendiri. Tidak heran jantungku pun langsung mengalami kepanikan lokal (detaknya makin tak beraturan), bahkan ketika baru pertama kali masuk ke dalam zoom meeting evaluasi, namaku langsung disebutkan oleh Professor Rawikara.

Lihat selengkapnya