Mereka pun akhirnya mengucapkan janji sehidup semati dalam pernikahan Katolik, dimana dalam Gereja Katolik disebut sebagai Sakramen Perkawinan. Di dalam Sakramen ini bukan hanya kontrak sosial, melainkan perjanjian (Foedus) abadi antara pria dan wanita untuk membentuk persekutuan seluruh hidup, yang diberkati dan mencerminkan cinta Kristus kepada Gereja. Perjanjian ini bersifat sakral, monogami (satu untuk satu), dan tak terceraikan.
Dalam pernikahan Katolik ada terdapat 4 sifat utama, yaitu Kesatuan (Unitas) dimana adanya ikatan antara satu pria dan satu wanita. Tak terceraikan (Indissolubilitas) dimana tidak dapat diputuskan oleh kuasa manusia mana pun setelah disahkan dan disempurnakan. Keterbukaan hidup (Prokreasi) dimana terbuka untuk menerima dan mendidik anak sebagai anugerah Tuhan. Dan yang terakhir ada Kesetiaan, adalah komitmen seumur hidup antara suami dan istri.
Ada satu kutipan ayat dalam Kitab Suci yang paling sering digunakan dalam Misa Perkawinan Katolik, "Matius 19:6".
"DEMIKIANLAH MEREKA BUKAN LAGI DUA, MELAINKAN SATU. KARENA ITU, APA YANG TELAH DIPERSATUKAN ALLAH, TIDAK BOLEH DICERAIKAN MANUSIA".
Aku pun menjadi sangat terharu melihat begitu sakralnya prosesi pernikahan kakakku Kayana dengan Kakak iparku ini. Hatiku merasa sedikit kehampaan tersembunyi, karena sampai saat ini aku pun belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku mengenai calon pasangan hidup.
Bukannya aku tidak mau membahagiakan kedua orang tuaku, dengan begitu banyaknya calon-calon wanita Jawa yang ingin dijodohkan denganku, aku selalu menolaknya secara halus. Dalam diriku selalu merasa kesemua wanita itu ada sebuah kekurangannya. Dan aku selalu menegaskan aku akan mencari sendiri wanita pujaanku tanpa perlu dijodohkan.
Sebelum kakakku Kayana menikah dia pernah memberikanku beberapa Pitutur Jawa (petuah / wejangan) mengenai kehidupan dan cinta, "URIP IKU MUNG SAWANG-SINAWANG. URIP IKU SAKA PANGERAN, BALI MARANG PANGERAN".
"DIHIN PINASTI ANYAR PINANGGIH. SURADIRA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI. SABAR IKU NGALAHKE DONYO".
"YEN MLAKU BARENG-BARENG, LAKUMU LUWIH RINGAN. URIP IKU PILIHAN, KUDU WANI TANGGUNG JAWAB".