Hari-hari pun berlangsung seperti biasanya setelah momen bersejarah ketika aku dan kamu resmi menjadi sepasang kekasih. Aku tetap dengan kesibukan aku sebagai seorang dosen di Universitas Gadjah Mada. Dan kamu tetap sebagai seorang mahasiswi semester tingkat pertengahan di Universitas Gadjah Mada. Semuanya kami lewati dengan baik layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Dunia pun rasanya seperti yang orang-orang lain bilang, berasa seperti dunia hanya milik berdua saja (penghuni dunia yang lain hanya mengontrak di dunia ini).. He.. he.. he.. (aku pun tetiba jadi tersipu-sipu malu).
Hanya saja terlihat perbedaan yang sangat signifikan jika mau diperhatikan dengan seksama. Hal pertama, aku sekarang jadi sering membuatkanmu menu sarapan pagi, tentu hanya untuk aku dan kamu berdua. Hal kedua, kamu juga sekarang sering membuatkanku menu makan siang untuk kamu dan aku berdua. Hal ketiga, aku dan kamu jadi lebih sering makan berdua bersama (jadwal tetap kami adalah setiap pagi untuk sarapan dan setiap siang untuk makan siang). Ah... Sungguh romantis ya kami ini (aku kembali tersipu-sipu malu sendiri membayangkannya, wajahku menjadi memanas cukup lama, cukup Ra! FOKUS). Setiap hari kami berdua rela bangun sedikit lebih pagi untuk dapat menyiapkan semua menu sarapan dan makan siang untuk kami makan berdua bersama-sama.
Hal keempat, aku dan kamu pun jadi sering pergi ke Gereja bersama-sama setiap hari Minggu. Kami selalu janjian untuk datang misa di jam yang sama, setiap hari Minggu pagi jam 07.30 WIB (Misa dengan bahasa Jawa). Gereja favorit kami adalah Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran. Alamat lengkapnya berada di Jalan Ganjuran, Gedogan RT 006, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak sekitar 20 kilometer di sebelah selatan pusat Kota Yogyakarta (dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit berkendara), tidak terlalu jauh bukan.
Untuk menu sarapan pagi, aku sepertinya tidak mau terlalu berat dan tidak mau terlalu mengenyangkan, karena kami harus beraktivitas yang cukup membutuhkan energi yang sehat dan positif. Yang penting porsinya cukup untuk pagi hari. Karena aku tahu kekasihku mempunyai darah Austria, aku sering membuatkannya menu Semmel / Kaizer Semmel (roti gulung tradisional khas Austria yang bentuknya seperti menyerupai kelopak bunga atau pola bintang lima, yang secara tradisional dicetak menggunakan alat khusus / stempel roti atau dilipat dengan tangan). Tekstur dan rasanya Kulit rotinya renyah dan tipis, sedangkan bagian dalamnya empuk dan gurih. Roti ini sangat populer di semua kalangan. Konon namanya didedikasikan untuk menghormati Kaisar Franz Joseph I dari Kekaisaran Austria. Apalagi dinikmati dengan olesan madu, mentega,dan selai. Untuk variasi aku suka menambahkan olahan telur, misal ada telur rebus (setengah matang atau matang), telur orak-arik (scrambled). Satu lagi yang aku tidak pernah lupa sebagai perlengkap untuk menu sarapan paginya, aku suka menambahkan sedikit Greek Yogurt (belah roti menjadi dua bagian, oleskan Greek Yogurt di atasnya dan tambahkan potongan buah segar seperti pisang, stroberi, atau blueberry agar rasanya lebih kaya). Kombinasi ini sangat ideal untuk memulai hari karena kaya akan karbohidrat dari roti, serta protein dan probiotik yang menyehatkan dari yogurt, sungguh sarapan yang sehat.