Hari ini projectku bersama Mbakyu Manika, kakak perempuanku yang pertama akan dimulai. Project kali ini merupakan Project festival yang besar karena mencakup keanekaragaman budaya, tidak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner yang beragam, tetapi juga mempertegas perannya sebagai kota kreatif yang memadukan unsur budaya, ekonomi lokal, dan pariwisata. Pemerintah Kota Surakarta sendiri berharap dengan diadakannya kegiatan seperti ini dapat terus membuka peluang promosi kuliner daerah sekaligus menggerakkan perekonomian warga secara berkelanjutan. Ya, Solo Indonesia Culinary Festival namanya. Festival kuliner terbesar di Solo yang biasanya menyajikan hingga 500 ragam kuliner khas Nusantara. Anda bisa menikmati makanan legendaris hingga demo masak (Cooking Demo), ada nasi liwet, serabi, dan selat Solo, jajanan kekinian, hingga stan komunitas memasak. Kalau kita beruntung, terkadang ada chef-chef terkenal Indonesia yang datang meramaikan festival kuliner ini. Bahkan aku sendiri pun pernah ikutan dalam acara Cooking Demo bersama Chef Degan Septoadji Suprijadi (Chef Degan Septoadji merupakan chef Indonesia terbaik yang namanya juga sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia). Bahkan dirinya pernah tampil sebagai juri Master Chef Indonesia (MCI). Chef Degan Septoadji memiliki gaya memasak yang bisa dikatakan bervariasi karena dirinya menguasai masakan Indonesia, masakan Belanda, masakan Jerman hingga masakan Perancis. Chef Degan Septoadji dibesarkan di Jerman, dan dia kembali ke Indonesia pada usia 20 tahun dan memulai kariernya di restoran Fine Dining di Taman Sari, Jakarta Hilton International. Selain itu dia juga dikenal sebagai Chef pertama yang mengajar di Le Cordon Bleu. Dia juga mempunyai karya buku bernuansa kuliner "DEGAN SEPTOADJI SEBUAH PERJALANAN KULINER - BEHIND THE CHEF". Sungguh seseorang yang berbakat sekali!
Dalam festival kuliner kali ini seperti biasanya, akan dimeriahkan dengan acara pembukaan tarian khas Keraton seperti Tari Gambyong (adalah tarian klasik Jawa asal Solo Surakarta, yang dikenal dengan gerakan yang lemah gemulai dan didominasi oleh keluwesan tubuh dan permainan selendang, yang awalnya merupakan tarian rakyat, namun kini berfungsi sebagai tari penyambutan tamu kehormatan serta hiburan dalam acara penting dan pernikahan) pada saat pembukaan (Opening Ceremonial). Lalu akan ada beberapa kata sambutan dari Pemerintah Kota Surakarta, lalu Mbakyu Manika sebagai Head Project Solo Indonesia Culinary Festival akan memukul sebuah Gong besar tanda dimulainya acara Festival kuliner tahun ini, acara berlangsung selama 4 hari. Dan sudah ada beberapa tenant kuliner besar yang siap memeriahkan acara Festival kuliner kali ini, beberapa diantaranya seperti : Nasi Goreng Babat Semar 1989 - Semarang, Mie Kangkung Belacan 1989 - Medan, Ayam Klungkung Bli Ketut, Coto Makassar & Pallubasa Oma Tenny, Nasi Krawu Buk Tiban 1970 - Gresik, Soto & Sop Kaki Sapi Betawi Hj. Agus Barito 1961 - Jakarta, Kwetiau Sapi HW Aleng 1967 - Pontianak, Bakmi Ayam Kampung Ationg 1962 - Jakarta, Otak-otak & Pempek Ny. Ban 1955 - Palembang, Apem Beras Bu Siti 1954 - Pasar Ngasem, Yogyakarta, Cuanki Mang Udin 1989 - Bandung, Nasi Tempong Banyuwangi, Cwie Mie Malang Reggia, Soto Mie Bogor Topik, Aneka Kue Jadoel Jakarta, Teh Tarik & Kopi Aceh Ce Bush, Es Ce Hun Tiau Bongko Alung Pontianak, Es Cincau & Doger Bang Toyib - Jakarta, Selat Solo Mbak Lies, Harjo Bestik (steak ala Jawa), Nasi Liwet Yu Sani, Dawet Telasih Bu Dermi, Tahok Pak Citro (kembang tahu dengan kuah jahe panas dan manis), Timlo Sastro Pasar Gede, Lenjongan dan Brambang Asem (jajanan pasar tradisional manis, seperti tiwul, getuk, cenil, dan lain-lainnya), dan yang paling aku tunggu adalah Serabi Notosuman (serabi legendaris asal Solo yang menyajikan 2 varian rasa, yaitu polos / original (serabi tanpa tambahan topping, yang memiliki cita rasa manis, gurih, dan dominan santan). Dan cokelat (serabi dengan tambahan taburan meses cokelat di atasnya). Dan masih banyak lagi tenant-tenant yang ikut berpatisipasi dalam Festival kuliner tahun ini. Terdapat juga berbagai makanan yang sedang hits di kalangan anak muda, seperti dimsum mentai, gohyong, wonton, takoyaki, aneka corndog, hingga olahan mochi dan dessert. Dan untuk minuman kekinian ada terdapat kopi susu, es teh viral, boba dan camilan manis seperti Turkish Ice Cream dengan atraksi penjualnya, serta martabak dengan aneka topping.
Tugasku kali ini adalah sebagai Assistant Head Project Solo Indonesia Culinary Festival, tugasku lebih banyak membantu Mbakyu Manika mengurusi tenant-tenant yang ikut serta dalam festival kuliner tahun ini. Selain itu aku juga membantu dalam acara Cooking Demo yang tahun ini turut mengundang Chef Karen Carlotta (atau biasa akrab disapa dengan Chef KC) adalah seorang jurutama masak, ahli pastry, pengusaha, dan personaliti televisi kenamaan asal Indonesia. Dia juga dikenal luas sebagai sosok kreatif di balik terkenalnya menu Red Velvet Cake di Indonesia melalui jaringan restoran milik keluarganya, Union Group Jakarta. Chef Karen Carlotta juga dikenal sebagai "Queen Of Cake" (mendapatkan reputasi tinggi berkat keahliannya menciptakan tren kue ikonik, salah satu pencapaian terbesarnya adalah mempopulerkan tren kue Red Velvet yang menjadi menu legendaris di Jakarta). Namanya pun semakin meroket setelah resmi ditunjuk menjadi salah satu juri dalam ajang kompetisi memasak bergengsi, Master Chef Indonesia (MCI) untuk Season 13.
Tugasku sebagai Host atau pembawa acara (MC) dalam Cooking Demo, memandu jalannya acara agar tetap interaktif, informatif, dan menghibur. Seorang host biasanya akan membuka acara, memperkenalkan Chef atau bintang tamu, memandu sesi tanya jawab, mengelola kuis dan menutup acara dengan meriah.