Baru cuti seminggu saja rasanya seperti sudah cuti berbulan-bulan. Hatiku merasakan kangen yang luar biasa kepadanya. Satu sosok pujaan hatiku yang sungguh aku cinta. Satu sosok kekasih hatiku yang selalu menjadi tempatku untuk pulang.
"IYA RUMAHKU, TEMPATKU TINGGAL, SELAMANYA".
HELENA...
Begitu aku sampai Yogyakarta, tanpa jedah aku langsung mengarahkan mobilku ke tempat kosnya untuk segera menjemput pujaan hatiku untuk pergi makan malam bersama (sebelumnya aku sudah membuat janji untuk kami bertemu malam ini).
Rasa rinduku sungguh memuncak, tak kuasa aku membendungnya. Setiap hembusan nafasku terucapkan namanya. Setiap darah yang mengalir dalam nadiku, berisikan suaranya.
"SUNGGUH HELENA, AKU SUNGGUH TIDAK SANGGUP BERADA JAUH DARIMU".
Melankolis sekali aku ini... Astaga Ra.. kamu yang mempunyai julukan seorang dosen killer aja bisa luluh lantak seperti ini, hanya karena CINTA.
Malam ini kami berdua pun bertemu, rindu yang mendamba satu sama lain sudah mulai terobati dengan hangat. Senyuman dan gelak tawamu sudah sanggup membuatku bahagia. SAYANGKU...
Esok pagi-pagi sekali dering ponselku bergema disetiap penjuru kamarku. Tampak tertera nama ayahku R. RANU ALBERT PUTRA ADIWANGSA, ada apa gerangan ayahku menelponku pagi-pagi seperti ini, tidak seperti biasanya.