Cinta Sampai Akhir Nanti

Pasya Firmansyah
Chapter #7

Bab 7

Sepekan kemudian..


Tebet. Warung pinggir jalan. Langit tak lagi mendung, tapi tidak juga berbintang. Cuaca dingin rasanya sudah seperti jarum yang menusuk ke dalam pori-pori kulit. Malam itu, Arman mengajak Diba pergi ke suatu tempat.

Sebuah warung yang terletak di pinggir jalan, agaknya sesuai untuk sekedar dapat berduaan dengannya. Ia ingin merayakan hari kelulusannya. Sebelum memesan menu makanan, Arman lihat mobil-mobil milik pengunjung disekitarnya.


Warung itu tidak istimewa, hanya warung berukuran ala kadarnya dengan sajian menu yang sederhana.

Hidangan yang disajikan berkisar; roti bakar aneka rasa, berbagai minuman hangat atau dingin, dan bermacam-macam olahan makanan berbahan dasar mie instan. Entah apa dan mengapa alasannya, setiap muda-mudi gemar sekali nongkrong disana. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bercengkrama. Bila tak bisa mendapat tempat duduk di dalam warung, mereka rela duduk di emperan pinggir jalan hanya beralaskan selembar kertas koran.


Suasana hati Diba tak seperti waktu pertama kali jalan berdua Arman. Kala itu, ia bersemangat, riang-gembira dan aktif bicara. Tindak-tanduknya malam ini seolah sesuai dengan motif totol di t-shirt yang tengah dikenakan.

Diba bagai seekor macan betina yang siap memangsa lawan bicaranya.


“Kita duduk disana! Di dalam sumpek dan pengap!”


“Pesan makanannya mau sekarang atau nanti aja waktu kita disana?”


“Sekarang juga nggak apa-apa,” sahut Diba sembari melemparkan pandangan liar ke setiap orang-orang yang berada warung tersebut.

“Ya udah, nanti biar pesanannya diantarkan ke tempat kita duduk,” jawab Arman. Laki-laki itu segera memanggil pelayan warung untuk meminta daftar menu makan.


“Ini menu makanannya, silakan tulis pesanannya di sini,” jelas pelayan warung itu sembari menyerahkan lembaran daftar menu dan kertas serta pulpen.


“Diba mau pesan mie pakai keju.” pinta Diba. Arman langsung menuliskan pesanan gadis itu.


Kakak mau pesan apa ya.., lagi malas makan nih. Kakak mau pesan minum aja deh. Es capucino?”


“Kenapa nggak makan? Pesan aja roti bakar. Buat temani Diba makan,” seru Diba menampakan kerut di dahinya.


“Iya, gak tahu kenapa.., kamu mau minum apa?”


“Diba pesan minum es jeruk aja, eh, gak usah pakai es. Biar hangat.” Arman lihat pesanannya, lalu menghampiri pelayan warung yang tengah melayani pembeli lain.


“Bisa minta tolong diantarkan ke tempat duduk, Pak?”

Lihat selengkapnya