Cinta Tanpa Kasta KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #3

Manusia Bernama Richard Revaldi #3 Kozmic Blues

Kalau ada yang bilang hidup mahasiswa itu tenang, orang itu pasti belum pernah menerima pesan dari artis terkenal jam sebelas malam.

Aku tidur pukul satu, bangun pukul tiga.

Tidur lagi, bangun pukul empat, lalu mimpi aneh.

Dalam mimpi itu Richard Revaldi berubah menjadi tukang bakso dan mengejarku keliling kampus sambil membawa mangkuk raksasa. Ketika bangun, aku langsung menyalahkan otakku sendiri.

Pukul tujuh pagi aku berangkat kuliah seperti biasa, aku berusaha melupakan semua kejadian kemarin. Sayangnya semesta tidak mendukung, karena saat dosen menjelaskan materi, ponselku bergetar.

Nama Revaldi muncul, aku langsung duduk tegak seperti tentara dipanggil komandan.

Pesannya singkat.

"Selamat pagi, Ve."

Aku menatap layar, sejenak sambil mencuri-curi ke arah dosen yang sedang menjelaskan di depan, lalu membalas.

"Kenapa?"

Tiga titik muncul.

"Hah?"

"Kenapa chat aku?"

"Karena mau ngobrol."

Aku mengernyit.

"Aku nggak kenal kamu."

"Kemarin kenalan."

"Itu baru lima menit."

"Lima menit juga kenalan."

Aku memijat pelipis, manusia ini ternyata menyebalkan.

Ponsel kembali berbunyi.

"Kamu lagi apa?"

"Kuliah."

"Oh."

"Jangan ganggu."

"Oke."

Aku menghela napas lega, dua detik kemudian aman, lalu tak lama,

"Tapi dosennya belum marah kan?"

Aku menutup mata.

Sabar, Ve.

Sabar.

Jangan sampai masuk berita.

Mahasiswa membunuh artis terkenal karena terlalu cerewet.

***

Tiga hari berikutnya keadaan semakin aneh.

Aku dan Revaldi terus mengobrol, bukan obrolan romantis atau juga hal-hal penting, yang diobrolin justru hal-hal absurd.

Revaldi:

"Kalau zombie datang kamu ngapain?"

Ve:

"Tidur."

"Kenapa tidur?"

Lihat selengkapnya