Cinta Tanpa Kasta KOZMIC BLUES

Hans Wysiwyg
Chapter #4

Gadis Misterius #4 Kozmic Blues

Dengan viralnya fotoku bareng Revaldi, aku resmi terkenal. Sayangnya bukan karena prestasi, atau karena memenangkan lomba. Bukan juga karena menemukan obat kanker, tapi hanya gara-gara makan bakso gratisan.

Kalau nenek moyangku tahu masa depannya begini, mungkin mereka akan kecewa.

Pukul enam pagi aku terbangun karena ponselku bergetar tanpa henti. Tiba-tiba semua orang menghubungiku, dari grup kelas, angkatan, organisasi, sampai grup keluargaku sendiri. Bahkan grup yang sudah mati selama tiga tahun tiba-tiba hidup lagi. Semuanya mengirim satu hal yang sama. Foto aku dan Revaldi.

Aku membuka komentar akun gosip itu, lalu aku sangat menyesalinya.

"Gadisnya biasa aja."

"Kayaknya anak orang kaya."

"Pasti orang dalam."

"Kok bisa sih dia?"

"Kurang cantik."

"Kurang tinggi."

"Kurang ini."

"Kurang itu."

Aku membaca satu per satu, makin lama tambah kesal. Rasanya ingin melempar jauh-jauh ponsel ke sawah.

Padahal aku tidak kenal mereka, mereka juga tidak kenal aku. Tapi tiba-tiba mereka merasa berhak menilai seluruh hidupku hanya dari satu foto bakso. Luar biasa memang dunia selebritis yang dipenuh para lovers dan haters, apa saja bisa digoreng jadi gosip.

Internet memang tempat yang ajaib.

Ponselku bergetar lagi, nama yang muncul membuatku langsung mendesis.

Richard Revaldi.

Aku mengangkat telepon.

"Selamat pagi."

"Apanya yang selamat?"

"Hm?"

"Karena kamu sekarang satu-satunya penyebab hidupku berantakan."

"Aku tahu."

Nada suaranya berbeda, tidak santai seperti biasanya, tidak tertawa atau bercanda yang terdengar justru suara orang yang merasa bersalah.

"Aku minta maaf."

Mendengarnya aku terdiam karena memang kesal. Tapi aku juga tahu dia tidak menyuruh siapa pun memotret kami.

"Bukan salah kamu sepenuhnya."

"Tetap aja gara-gara aku."

"Ya."

"Ve."

"Hm?"

"Kalau ada apa-apa bilang ke aku."

Aku mendengus.

"Mau ngapain? Ngelabrak satu Indonesia?"

"Kalau perlu."

Aku memutar mata, sombong sekali.

Tapi saat mendengarnya entah kenapa membuatku sedikit tenang.

***

Lihat selengkapnya