Cinta Teman Masa Kecil

AksaShen
Chapter #8

Bab 8: Bayangan Ujian dan Janji di Bawah Cahaya Bulan

Waktu berjalan dengan cepat, membawa Leo dan Mia melalui hari-hari penuh tekanan di kelas tiga SMA menjelang gerbang kelulusan. Di usia dua puluh tahun, rutinitas mereka dipenuhi oleh jadwal belajar yang padat dan persiapan masa depan. Leo memanfaatkan waktu luangnya untuk membantu pengelolaan inventaris di sebuah bengkel lokal dan sesekali menjual catatan ringkasan materi pelajaran kepada siswa-siswa lain di sekolah. Semua itu ia lakukan demi menabung, memastikan bahwa ibunya tidak perlu lagi membanting tulang terlalu keras di pabrik tekstil.


Sementara itu, Mia tumbuh menjadi seorang gadis muda yang kian mandiri. Rambut hitam panjangnya kini selalu diikat rapi, dan sorot mata abu-abunya yang dulunya tampak tertutup, kini memancarkan ketenangan setiap kali ia berdiskusi dengan Leo. Di sekolah, meskipun beberapa siswa dari kelas lain mulai mencoba mendekati atau memerhatikan Mia, tidak ada yang berani mengambil langkah terlalu jauh. Reputasi Leo sebagai seseorang yang selalu berdiri di sisi gadis itu sudah dipahami dengan baik oleh teman-teman seangkatan mereka.


Suatu sore di penghujung musim kemarau, matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala barat, menyapukan warna jingga keemasan di atas langit perkampungan pekerja. Angin senja berhembus pelan, membawa debu-debu jalanan yang bergesekan dengan roda sepeda.


Leo dan Mia sedang berjalan berdampingan di jalan setapak sepulang dari bimbingan persiapan ujian masuk perguruan tinggi yang dibimbing oleh Pak Harun. Tas ransel di punggung Leo tampak sedikit berat karena berisi tumpukan buku latihan soal saintek dan materi seleksi beasiswa.


"Leo," panggil Mia tiba-tiba. Suaranya terdengar lembut, memecah kesunyian sore itu. Ia memperlambat langkahnya sejenak, membuat Leo ikut menghentikan langkah dan berbalik menatapnya.


Lihat selengkapnya