Cinta Teman Masa Kecil

AksaShen
Chapter #8

Bab 8: Bayangan Ujian dan Janji di Bawah Cahaya Bulan

Waktu berjalan dengan cepat, membawa Leo dan Mia melalui hari-hari sekolah dasar menuju gerbang akhir masa kanak-kanak mereka. Di usia tigabelas tahun, perubahan fisik dan mental mulai tampak nyata pada diri keduanya. Leo tidak hanya tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan diandalkan di kelas, tetapi ia juga mulai merintis usaha kecil-kecilan sepulang sekolah—membantu sebuah bengkel sepeda lokal dan menjual buku-buku catatan ringkasan pelajaran kepada teman-teman seangkatannya. Semua itu ia lakukan demi menabung, memastikan bahwa ibunya tidak perlu lagi membanting tulang terlalu keras di pabrik tekstil.


Sementara itu, Mia tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang kian mempesona. Rambut hitam panjangnya kini selalu dikucir rapi, dan sorot mata abu-abunya yang dulunya tampak dingin dan kosong, kini memancarkan kehangatan setiap kali ia memandang ke arah Leo. Di sekolah, meskipun banyak anak laki-laki kelas lain mulai mencoba mendekati atau memerhatikan Mia, tidak ada satupun yang berani mendekat terlalu dekat. Pasalnya, reputasi Leo sebagai pelindung setia gadis itu sudah mendarah daging di antara anak-anak angkatan mereka.


Suatu sore di penghujung musim kemarau, matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala barat, menyapukan warna jingga keemasan yang dramatis di atas langit perkampungan pekerja. Angin senja berhembus pelan, membawa debu-debu jalanan yang bergesekan dengan roda sepeda.


Leo dan Mia sedang berjalan berdampingan di jalan setapak sepulang dari bimbingan belajar tambahan persiapan Ujian Akhir Sekolah yang diadakan oleh Pak Harun. Tas ransel di punggung Leo tampak sedikit berat karena berisi tumpukan buku latihan soal matematika dan sains.


"Leo," panggil Mia tiba-tiba. Suaranya terdengar lembut, memecah kesunyian sore itu. Ia memperlambat langkahnya sejenak, membuat Leo ikut menghentikan langkah dan berbalik menatapnya.


Lihat selengkapnya