Beberapa bulan kemudian, matahari pagi menyinari pelataran SMA Tunas Harapan dengan hangat. Suasana sekolah jauh lebih sibuk dari biasanya. Para siswa kelas XII memenuhi halaman dengan seragam rapi, sebagian sibuk berbicara dengan teman-teman mereka, sementara beberapa guru mengatur jalannya pengumuman kelulusan.
Di atas gerbang utama terbentang sebuah spanduk besar bertuliskan:
"Selamat & Sukses Kelulusan Siswa-Siswi Kelas XII."
Bagi Leo dan Mia, hari itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka di bangku SMA.
Setelah ini, mereka akan memasuki dunia yang berbeda. Lingkungan baru, perkuliahan, tanggung jawab yang lebih besar, dan berbagai pilihan yang akan menentukan arah hidup mereka.
Di dalam kelas, Pak Harun berdiri di depan sambil membawa sejumlah amplop hasil akhir siswa. Wajah para murid tampak tegang ketika satu per satu nama dipanggil.
"Leo."
Leo bangkit dari kursinya dan berjalan ke depan kelas.
Ia menerima amplop tersebut, lalu kembali ke tempat duduknya. Setelah membukanya, matanya membaca hasil yang tertera di dalam.
Nilainya termasuk salah satu yang tertinggi di angkatan.
Leo menghela napas perlahan.
Di kehidupan sebelumnya, ia pernah menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Kali ini, ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Beberapa saat kemudian, Pak Harun kembali memanggil sebuah nama.
"Mia."
Mia berjalan ke depan dengan langkah tenang. Setelah menerima amplopnya, ia kembali duduk di sebelah Leo.
Leo melirik hasil yang ada di tangan Mia.
"Selamat, Mia. Nilaimu bagus."
Mia tersenyum tipis.
"Terima kasih."
Ia menatap hasil tersebut sejenak sebelum berkata pelan, "Aku juga banyak terbantu karena kamu sering menjelaskan materi yang tidak kupahami."
Leo menggeleng kecil.
"Kamu sendiri yang belajar keras. Aku cuma membantu sedikit."
Mia tidak menjawab. Namun senyum kecil di wajahnya tetap bertahan.
Sore harinya, setelah sebagian besar siswa meninggalkan sekolah, Leo dan Mia duduk di bangku kayu di halaman belakang. Pohon ketapang di atas mereka memberikan teduh dari sisa cahaya matahari yang mulai condong ke barat.