Blurb
Dihina, diremehkan, dibanding-bandingkan, sudah menjadi makanan Advika sehari-hari. Terlebih, ayahnya yang menjadi akar dari sakit yang tumbuh subur di hatinya. Sehingga, dia memutuskan untuk pergi dari rumah. Dia ingin membuktikan pada sang ayah, kalau dirinya bukanlah beban bagi siapa pun dan bisa membanggakan Ayah dengan hobinya menulis yang tak hanya sekedar mengkhayal. Namun juga, dapat menambah wawasan bagi para pembacanya.
Advika mulai mencoba ikut parade yang diadakan diberbagai medsos dan bersaing dengan penulis-penulis hebat. Dia yang masih pemula merasa harus banyak belajar dari mereka. Ada satu penulis yang menarik perhatiannya yaitu Kalandra Mahendra. Dia memberanikan diri untuk berkenalan dengannya. Namun, semua tidak sesuai ekspektasi. Pria dengan wajah ketus itu dia juluki Si kulkas 12 pintu.