Cinta Terlarang di Tanah Jajahan

Desy Cichika
Chapter #36

Bukan Lagi Rahasia

Udara di dalam rumah mendadak beku.

Senara tersentak. Jantungnya berdegup kencang. Ia ingin menyangkal, tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan.

Wajah Muzaffar berubah seketika. Kemarahan menyapu kelegaan di matanya. Kedua tangannya mengepal, nafasnya memburu, dada naik turun dengan gemetar yang tidak bisa ia sembunyikan.

"Apa kau yakin?" suaranya serak, seperti ada duri yang menggores tenggorokan.

Bidan Tuwe mengangguk, lirih. "Dua bulan… mungkin lebih."

Senara menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Tubuhnya bergetar. Isak kecil meledak di antara jari-jarinya.

Muzaffar menatap adiknya. Matanya memerah, bukan hanya karena marah—tapi juga karena terluka. Hancur.

“Dengan siapa kau melakukan ini, Nara?!” desisnya dengan suara rendah, penuh penekanan. “Siapa?!”

Senara hanya bisa menangis, menunduk, tak berani menatap Muzaffar.

Muzaffar menghela napas, napasnya terasa berat. “Apakah... apakah anak ini... milik tentara Jepang itu?” Nada suaranya kini dingin, menusuk.

Senara menutup wajah lebih rapat lagi. Tubuhnya gemetar hebat. Tak ada jawaban, tapi justru diam itu yang menjadi jawaban paling jelas.

Tubuh Muzaffar kaku. Pandangannya menatap kosong ke dinding bambu yang reyot.

“Takeyama bajingan...”

Muzaffar menggeram, menggertakkan gigi. “Kau tidur... bahkan sampai hamil dengan Shōi Jepang itu, Nara?!” Suara Muzaffar bergetar, rendah, tapi menggelegar.

“Aku mencintainya, Bang,” jawab Senara disela isak tangisnya.

“Itu bukan cinta, Nara. Itu penghinaan!” Muzaffar berteriak frustasi. “Kau tahu siapa dia, kan? Tentara Jepang! Kau tahu siapa mereka buat kita? Mereka pembunuh, penjajah! Dan kau…”

Muzaffar mengusap wajahnya keras-keras.

Rasa bersalah menghimpit Senara. Ia ingin menjelaskan, ingin berteriak bahwa itu adalah cinta di tengah neraka, bukan penghinaan seperti yang dikatakan kakaknya itu. Tapi kata-katanya tercekat.

Muzaffar memejamkan mata. Dadanya sesak. Tangannya terkepal erat sampai buku-bukunya memutih.

Lihat selengkapnya