El Wisnu

Ismahayati
Chapter #8

Galau

Ana punya anak. Bahkan, anaknya Andre juga. Apa yang sedang terjadi sekarang. Gadis yang aku cintai, punya anak dengan sahabatku. Bahkan umurnya sudah empat tahun lebih.

“Bro, are you ok?” tanya Andre padaku yang masih terdiam, karena terkejut dengan yang aku dengar beberapa saat yang lalu.

Tanpa sadar pun, aku langsung mendorong Andre sampai Andre terjatuh ke lantai.

“Apa maksud semua ini? Lu punya anak?” teriakku sambil berada di atas Andre dan siap untuk memukul Andre.

“Wisnu…. “ teriakan Ana menghentikan gerakanku.

Aku mengalihkan wajahku ke Ana, dengan tatapan tidak percaya. Orang yang selama ini aku cintai, orang yang pertama berhasil membuka hatiku, orang yang pertama kali ingin aku sentuh dengan semua kekuranganku, tetapi ternyata dia telah mempunyai anak. Dan lebih menyakitkan lagi, itu adalah anak Andre, teman baikku sendiri.

Aku berdiri menjauh, meninggalkan mereka berdua menuju mobil. Ingin rasanya segera menghilang dari tempat ini dalam sekejap mata.

“Wis, tunggu dulu… Aku harus jelaskan….” kata Andre mencoba menahanku. Namun, aku sudah tidak peduli. Aku tidak mau lagi mendengar alasan yang akan keluar dari mulut mereka. Entah alasan apa lagi yang akan mereka buat, aku tidak akan percaya lagi dengan semuanya.

“Sudahlah…. “ Terdengar suara Ana, yang menghentikan Andre untuk tidak perlu menahan dan menjelaskan keadaan mereka kepadaku.

***

Akhirnya di kamar hotel inilah aku berada sendiri, merenungi apa yang baru saja terjadi. Bahkan, masih teringat jelas Andre berusaha membantuku untuk menjadikan Ana kekasihku. Begitu banyak rahasia yang Andre ketahui tentang aku, tetapi tidak menyangka, jauh sebelum kami saling kenal, Andre dan Ana sudah memiliki seorang anak.

Terbayang wajah mereka berdua yang terlihat mentertawaiku. Mereka mentertawai aku dengan segala kekurangan yang aku punya. Pacaran saja sesuatu yang sangat tabu buatku. Apalagi, punya anak sebelum menikah, tidak pernah aku membayangkan hal itu.

Sampai hampir tamat kuliah, aku belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Bahkan aku menceritakan pada Andre, jika aku jatuh hati pada Ana. Dan ternyata, Ana sudah memiliki anak dari Andre. Sungguh dunia telah mempermainkan aku sebegitu kejamnya.

Marah dan sedih bercampur menjadi satu. Kenangan selama kita bersama saat kuliah, yang tadinya begitu indah tiba-tiba berubah menjadi sangat menjijikan. Mengapa aku harus kenal dengan mereka. Mengapa orang yang pertama kali menolongku adalah Andre. Dan mengapa aku bisa jatuh hati pada Ana.

Pikiranku sangat kacau saat ini. Bahkan ingin rasanya, aku menghilang dari dunia ini. Tapi tidak, aku harus kuat. Jika aku mengakhiri hidupku, mereka akan sangat bahagia. Karena selama ini, mereka bisa sangat bahagia di atas penderitaanku. Aku harus bangkit.

Berusaha aku pejamkan mata ini. Aku ingin beristirahat sejenak dari semua penat ini. Berharap besok pagi aku bisa melupakan semuanya. Dan kembali ke rumah dengan tenang, tanpa perasaan sedih seperti saat ini aku rasakan.

Lihat selengkapnya