City of Wave Waveheaven Hero

After Future
Chapter #4

Mari Pulang

Begitu pelukan erat mereka terlepas, Akai tiba-tiba memundurkan tubuhnya. Wajah juteknya kembali terpasang, dan tanpa aba-aba, ia mendaratkan sebuah pukulan telak di lengan Levi—sebuah pukulan rindu khas adik perempuan yang gengsi mengakui kalau dia sangat mengkhawatirkan kakaknya.

"Lama banget sih pulangnya! Bikin orang cemas saja!" omel Akai dengan mata yang masih berkaca-kaca.

Levi mengaduh jenaka, meski pukulan itu sama sekali tidak terasa sakit dibanding hantaman ombak di laut. Sambil terkekeh, Levi menjulurkan kedua tangannya dan langsung mencubit kedua pipi Akai dengan gemas, membuat wajah adiknya itu maju-mundur seperti ikan koki.

"Iya, maaf, maaf. Kakak kan sudah pulang sekarang, Tuan Putri," goda Levi, mengabaikan gerutuan Akai yang berusaha melepaskan diri dari cubitannya.

Di saat itulah, sesosok wanita paruh baya berjalan menyusul di belakang mereka dengan langkah kaki yang tenang namun sarat akan kelegaan. Nenek mereka, Asula. Tepat di hari ini, wanita tangguh itu genap berusia 60 tahun. Levi segera melepaskan cubitannya pada Akai, melangkah maju, dan langsung merengkuh tubuh hangat sang nenek ke dalam pelukan yang penuh rasa hormat dan kasih sayang.

"Selamat ulang tahun yang ke-60, Nenek. Maaf Levi baru bisa sampai sekarang," bisik Levi di telinga Asula. Nenek Asula tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya mendekap punggung cucu lak-lakinya itu dengan erat, menyalurkan seluruh rasa syukur karena sang maut di lautan lagi-lain gagal merenggut keluarganya.

Setelah melepas rindu yang membuncah, Levi perlahan mengurai pelukannya. Ia menatap Asula dan Akai bergantian dengan senyum yang menyimpan rahasia. "Nenek, Akai, tunggu di sini sebentar ya? Ada seseorang yang sangat penting yang ingin kukenalkan pada kalian."

Bersamaan dengan itu, kapal Leviathan akhirnya merapat dengan sempurna. Jembatan utama diturunkan, dan satu per satu awak kapal yang gagah mulai turun menginjakkan kaki di dermaga. Di antara kerumunan itu, sosok Jenny dengan potongan rambut wolf cut-nya yang khas melangkah turun. Begitu kakinya memijak daratan, seorang wanita paruh baya berpenampilan anggun yang sejak tadi menunggu langsung berlari dan memeluk Jenny dengan erat. Itu adalah Lita, tantenya.

Melihat momen itu, Levi tidak mau membuang waktu. Dengan dorongan keberanian yang tiba-tiba, ia langsung menggandeng tangan Akai dan menarik lengan Nenek Asula, menuntun kedua wanita itu berjalan membelah kerumunan menuju ke arah Jenny.

Di seberang sana, seolah ada ikatan batin yang kuat, Jenny mendongak dan mata mereka saling beradu. Menyadari kehadiran Levi yang sedang berjalan ke arahnya, Jenny langsung melepaskan pelukan tantenya. Dengan rona merah yang tipis di pipinya, Jenny bergantian menarik tangan Tante Lita, melangkah mantap menuju ke arah keluarga Levi.

Di bawah langit pelabuhan Waveheaven yang mulai temaram, kedua kelompok itu kian mengikis jarak. Langkah kaki mereka dipenuhi debaran, bersiap mempertemukan dua dunia yang berbeda—antara dinginnya badai lautan yang baru saja mereka taklukkan, dan hangatnya daratan yang siap menyambut cerita baru mereka.

Namun, tepat ketika jarak di antara kedua keluarga itu menyusut hingga menyisakan beberapa langkah saja, sebuah raungan sirene darurat membelah udara pelabuhan. Suara bariton Kapten Apache menggelegar dari pelantang suara kapal, memanggil seluruh kru untuk segera kembali ke pos mereka masing-masing.

Detik itu juga, atmosfer hangat pelabuhan berubah menjadi kepanikan massal. Tanpa banyak tanya, para kru yang baru saja memeluk keluarga mereka langsung berbalik dan berlari menaiki jembatan kapal dengan wajah pias. Sebagian besar dari mereka sudah bisa menebak horor apa yang sedang terjadi.

Kejadian terkutuk itu kembali terulang: kontaminasi biohazard laut.

Namun, apa yang sama sekali tidak diduga oleh para kru—bahkan oleh Levi dan Jenny—adalah subjek dari mutasi mengerikan ini. Ikan raksasa Leedsichthys yang mereka tangkap dengan taruhan nyawa kemarin, monster purba yang tubuhnya sudah terbelah dua dan diangkut di ruang pembekuan (freezer) yang berbeda, tiba-tiba bangkit menjadi zombi.

Lihat selengkapnya