City of Wave Waveheaven Hero

After Future
Chapter #6

Kegelisahan

Beberapa jam lalu.

Di sana, di sela-sela gemuruh suara mesin las dan deru alat berat, Kapten Apache berdiri di tepi paking dek dengan kedua tangan bertolak pinggang.

Wajahnya ditekuk masam, mengawasi para teknisi yang sedang membongkar dinding pembeku yang meleleh akibat semburan asam zombi Leedsichthys.

Sisa-sisa amarah kemarin masih membekas jelas di urat-urat dahinya yang menegang.

"Untuk apa kau kemari? Bukankah kalian sedang kuberikan libur enam minggu?" tanya Kapten Apache, menyipitkan matanya yang tajam.

Levi menarik napas dalam-dalam, menguatkan mentalnya. Di daratan, dia tidak punya koneksi ataupun kuasa. Satu-satunya orang berpengaruh yang ia kenal hanyalah pria paruh baya di hadapannya ini. Demi Akai, Levi harus membuang harga dirinya.

"Aku butuh bantuan Anda, Kapten. Ini soal adik perempuanku, Akai," ujar Levi jujur. Ia pun menceritakan seluruh kronologi keributan di lapangan basket, provokasi lawan main adiknya, hingga intimidasi dari orang tua Cindy yang mengancam masa depan Akai di sekolah. "Aku mohon... bersediakah Anda ikut bersamaku ke sekolahnya siang ini? Aku hanya ingin memastikan orang-orang kaya itu tidak bisa mengintimidasi atau mengganggu adikku lagi."

Kapten Apache menaikkan sebelah alisnya, lalu terkekeh hambar. "Kau bercanda? Aku ini kapten kapal pemburu monster, Levi. Bukan pelindung anak sekolah. Kenapa aku harus membuang waktu berhargaku untuk mengurus perkelahian bocah?"

Levi mengepalkan tangannya di sisi tubuh. Tatapan matanya berubah menjadi sangat serius, memancarkan keputusasaan yang teramat dalam.

"Jika Anda bersedia datang... aku berjanji akan memotong upahku sendiri, Kapten," ucap Levi mantap, suaranya tidak bergetar sedikit pun. "Bulan depan, dan bulan-bulan berikutnya, Anda boleh mengambil setengah dari total gaji dan bonus yang seharusya kuterima. Tidak peduli seberapa banyak atau seberapa eksotis ikan yang berhasil kutangkap nanti. Ambil setengahnya untuk Anda."

Mendengar tawaran itu, tawa Kapten Apache langsung terhenti. Ia tertegun, menatap pemuda di depannya dengan pandangan tak percaya. 15.000 dolar adalah angka yang sangat besar, dan Levi baru saja menawarkan untuk membuang setengah dari kekayaannya di masa depan demi menyewa pengaruh sang kapten selama beberapa jam di daratan.

"Aku tidak akan tersentuh oleh ceritamu, apalagi kalau ternyata adikmu lah yang salah."

Mendengar jawaban itu, levi pun tahu jawaban kapten Apache.

=======

Kembali ke dalam ruang kepala sekolah. Ketegangan yang membeku di antara dinding-dinding ruangan itu kian mencekik. Levi tidak suka berlama-lama; ia ingin masalah ini tuntas agar adiknya bisa kembali belajar dengan tenang. Berdasarkan penuturan Akai semalam di rumah kayu mereka, Levi langsung membuka poin inti permasalahan.

Namun, seperti yang sudah diduga, respons Cindy sama sekali tidak baik. Siswi berwajah angkuh itu langsung menggebrak meja kerja kepala sekolah.

Lihat selengkapnya