City of Zombies

Bramanditya
Chapter #1

Prolog


Hujan turun sejak sore.

Bukan hujan deras. Hanya gerimis dingin yang membuat kaca-kaca kota Tokyo tampak seperti layar buram.

Jam menunjukkan pukul 01.13 dini hari saat dua ambulans memasuki lorong gawat darurat Kyorin Medical Center dengan sirene yang dimatikan.

Sunyi.

Hanya suara roda besi ranjang yang menghantam lantai keramik.

Tak.

Tak.

Tak.

Dua pasien dibawa turun dengan tangan dan kaki terikat sabuk hitam.

Seorang pria Jepang berusia sekitar tiga puluh tahun terus meronta sambil mengeluarkan suara aneh dari tenggorokannya. Matanya merah. Bibirnya penuh darah bekas gigitannya sendiri.

Di ranjang sebelahnya, seorang pria Indonesia hanya diam.

Napasnya berat. Tubuhnya gemetar.

Matanya memandang kosong ke langit-langit ambulans seolah sedang menghitung sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain.

“Tekanan darah turun.”

“Dia mulai kejang lagi.”

“Jangan dekatkan tanganmu ke mulut pasien!”

Perawat-perawat bergerak cepat.

Salah satu dari mereka hampir terkena gigitan ketika pria Jepang itu tiba-tiba bangkit dari ranjang dengan tenaga yang tidak masuk akal.

Dua petugas menahannya kembali.

“Kenji! Kenji, tenang!”

Namun laki-laki itu tak lagi terlihat mengerti bahasa manusia.

Mulutnya berbusa.

Lihat selengkapnya