Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #2

Itu Wawancara Skripsi atau Kencan antar Seleb?

Gloria terdiam cukup lama setelah membaca ulang unggahan Clarissa. Kalimat-kalimat itu seperti memantul ke masa lalu, menabrak satu ingatan yang selama ini ia simpan rapi, seolah tidak pernah benar-benar selesai.

Tahun 2021.

Tahun ketika ia masih mahasiswa tingkat akhir, yang sibuk mengejar gelar Sarjana Ilmu Komunikasi, dan percaya bahwa profesionalisme bisa berdiri tegak tanpa tercampur perasaan. Kala itu, skripsinya terasa begitu idealis. Tentang bagaimana seorang influencer membentuk personal branding di media sosial. Subyeknya adalah Veron Situmeang.

Veron bukan sekadar influencer. Ia cerdas, jago Matematika, CEO, dan tahu betul bagaimana menata citra dirinya di hadapan kamera. Setiap unggahan terasa terukur, setiap narasi terdengar otentik. Gloria terpesona. Yang awalnya terkesima secara akademis. Setidaknya itu yang selalu ia yakini.

Ia ingat bagaimana ia berkali-kali menghubungi Veron. Lewat chat panjang dan Skype. Juga, lewat voice note. Permintaan wawancara mendadak dari Gloria ke Veron melalui abangnya Veron, Ian. Gloria ingat, yang harus dilewati dengan revisi pertanyaan tengah malam. Veron selalu membalas, sabar, bahkan antusias.

“Santai aja, Glo, ini menarik kok,” kata Gloria saat itu.

Yang tidak pernah benar-benar ia sadari, bahwasanya perhatian yang terlalu sering, terlalu intens, selalu menciptakan ruang tafsir.

Pelan-pelan, kabar itu berembus. Dari grup kampus, ke forum penggemar, lalu ke kolom komentar. Gloria dan Veron disebut-sebut lebih dari sekadar teman. Ada yang berspekulasi, ada yang mengaminkan, ada pula yang terang-terangan memanasi.

Lihat selengkapnya