Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #7

Firman Gelisah, Gloria Ber-padel Ria

Firman terbangun. Begitu melirik jam di ponsel Android milik dirinya, barulah ia sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 21.13. Sudah malam. Mana ia dibangunkan oleh suara alarm mobil. Tetangga sebelah kirinya, Bang Hilman Sidabutar, jahil sekali.

"Sengaja atau nggak sih dia??" gerutu Firman, lalu tangannya sekejap mungkin membuka Instagram. Salah satunya yang ia lihat adalah Story milik Clarissa, penyanyi favoritnya. Meski Clarissa tidak hanya dianggap sebagai penyanyi favorit Firman. Diam-diam Firman naksir. Naksir daam arti hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan.

Clarissa memajang gambar dari sebuah label rekaman bernama WeServe. Di sana, tertulis:

"Semoga 2026, tidak ada lagi pasangan yang pacaran delapan tahun terus ending-nya AKHIRNYA TAK JADIAN, alias jagain jodoh orang."

Omong-omong, "Akhirnya Tak Jadian" merupakan salah satu single Clarissa Larasati. Firman sering merasa beberapa single Clarissa seperti kode untuk masalah rahasianya, khususnya, terkait hubungan asmara rahasia yang kelam dan melibatkan hal-hal tak kasatmata, dunia fantasi, hingga alam mimpi. Mungkin karena itulah, Clarissa dan beberapa selebrita sering beranggapan Firman aneh, alih-alih berkata tak waras.

Entah kenapa Firman merasa ada kode tersembunyi dalam Story label rekaman tersebut. Ia langsung teringat dengan Gloria, Takeshi, dan beberapa laki-laki yang digosipkan dengan perempuan Tionghoa tersebut. Apa sebenarnya ia hanya penjaga jodoh orang?

Firman ingat ia mulai jatuh hati ke Gloria mungkin sekitar 7-8 tahun yang lalu. Tahun pastinya itu 2019. Bulan pastinya itu Agustus. Lalu, Firman lumayan sering bermimpi tentang Gloria. Jika salah bercerita ke orang, yang seperti ke satpam saat itu, pasti ia akan disangka tak waras atau segitu ngebetnya ingin berpacaran dengan artis perempuan yang cantik.

"Sebenarnya Glo itu beneran pacaran atau nggak?" desis Firman, sambil berjalan ke arah dispenser. "Kalau bukan sama Takeshi itu, apa jangan-jangan sama cowok lainnya?"

Firman menekan tuas dispenser, air dingin mengalir ke gelas plastik. Tangannya sedikit gemetar, entah karena kaget dibangunkan atau karena pikirannya yang belum sepenuhnya sadar. Alarm mobil Bang Hilman akhirnya berhenti, meninggalkan keheningan yang terasa lebih bising dari suara apa pun.

Ia meneguk air, lalu bersandar di meja dapur. Story Clarissa masih terbayang di kepalanya. Kalimat itu seperti lelucon publik, tapi entah kenapa baginya terasa rundungan ke arah dirinya sendiri. Itu seperti pesan yang salah alamat tapi tetap mengetuk pintu.

“Jagain jodoh orang,” gumam Firman. “Apa aku ini kayak satpam cinta gitu?”

Ia tertawa kecil, pahit. Tawa yang sering ia keluarkan ketika tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Pikirannya kembali ke Agustus 2019, ke masa-masa ketika perasaan itu kali pertama tumbuh. Sebenarnya bukan meledak, tapi merambat pelan, seperti lumut di dinding yang lembap. Gloria tidak pernah menjanjikan apa pun. Bahkan mungkin tidak pernah tahu akan keberadaannya. Namun mimpi-mimpi itu datang sendiri, tanpa undangan, seolah alam bawah sadarnya lebih berani daripada dirinya yang terjaga di atas jam sepuluh malam.

Firman berjalan kembali ke kamar, duduk di tepi ranjang. Ia membuka Instagram lagi, menelusuri cepat. Bukan untuk mencari unggahan Gloria kali ini, tapi gosip-gosip yang bertebaran seperti remah roti. Nama Takeshi muncul di beberapa komentar, disandingkan dengan tawa, emoji, dan spekulasi. Laki-laki lain juga disebut-sebut, seperti Veron. Ah, itu sudah macam daftar antrean yang tak pernah ia pahami.

“Kalau bukan sama Takeshi itu, apa jangan-jangan sama cowok lainnya?” desisnya lagi, kali ini lebih lirih, seolah takut pertanyaan itu mendengar dirinya sendiri. "Apa Veron? Tapi sama Windra, kayaknya gak mungkin. Gosipnya Windra udah ada pacar. Sama Dandy? Tapi Dandy masih pacaran sama Yondra Gurning, kan?"

Lihat selengkapnya