Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #10

Kusut bagaikan Kabel Listrik

Pertengkaran itu meledak begitu saja. Tidak dramatis, tidak ada bantingan pintu atau teriakan panjang. Justru itulah yang membuat Firman lebih sakit.

Ia hanya bertanya, sambil berdiri di dapur, setengah bercanda, setengah penasaran, “Pa, kok sekarang catering makanan sehat? Terus… cuma buat Papa aja?”

Papanya bahkan tidak menoleh. Sendok logam diketukkan ke piring, bunyinya pendek dan tajam.

“Udah, kamu nggak usah ikut campur urusan orang tua kamu,” jawabnya ketus. "Masih dibiayai, jangan sok atur-atur!"

Firman terdiam. Ada jeda yang menggantung di udara. Bukan tentang catering itu sendiri, pun bukan tentang dada ayam kukus atau salad tanpa saus. Namun cara jawabannya itu yang dipersoalkan. Nada yang seperti menutup pintu, seolah pertanyaan itu tidak layak dilontarkan.

“Oh,” Firman mengangguk kecil. “Ya udah.”

Ia berbalik, masuk ke kamar, menutup pintu pelan. Terlalu pelan untuk disebut amarah. Terlalu tertahan untuk disebut sikap dewasa.

Di dalam kamar, Firman duduk di tepi ranjang. Napasnya naik turun tidak teratur. Kepalanya panas, tapi dadanya kosong. Ia merasa konyol karena tersinggung oleh hal sepele.

“Kenapa sih gue selalu ngerasa salah di rumah ini?” gumamnya.

Ia merebahkan diri, menatap langit-langit. Bayangan tentang Gloria sempat muncul, lalu ia dorong pergi. Tidak sekarang. Ia terlalu lelah untuk memikirkan seseorang yang bahkan tidak tahu ia sedang lelah.

Tangannya meraih ponsel. Seperti refleks. Seperti pelarian pula.

Ia lalu membuka Thread. Postingan pertama yang muncul berasal dari Dessy. Temannya sejak masih kuliah, yang hidupnya penuh luka tapi selalu dibungkus dengan kalimat bijak. Firman membacanya perlahan-lahan.

“Berjanjilah kepada dirimu sendiri untuk jangan pernah lagi meminta seperak pun meskipun itu tuntutan hakmu…”

Firman mengernyit. Kalimat itu seperti tamparan halus. Ia lanjut membaca sampai habis. Tentang karma. Tentang hukum tabur tuai. Tentang tidak meminta, tentang orang baik yang akan menunaikan kewajiban tanpa dipaksa juga.

Lihat selengkapnya