Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #11

Dianggap Tak Terlihat

Firman memilih duduk di warung kopi kecil dekat Terminal Bekasi. Tempatnya tidak estetik, tidak instagramable, tapi justru itu yang ia butuhkan malam itu. Itu adalah tempat yang tidak menuntut apa-apa. Apalagi, di depannya, secangkir kopi hitam sudah dingin yang beberapa kali mendinginkan emosinya. Bahkan ia belum menyentuhnya sejak lima menit lalu.

Filipus datang terlambat, seperti yang sudah-sudah. Tubuhnya kurus dan lusuh, yang selusuh tas selempangnya. Wajahnya menyimpan kelelahan orang yang terlalu sering mendengar cerita orang lain tapi jarang didengarkan.

“Kamu Firman?” tanya Filipus sambil duduk.

“Filipus, temennya Panjul?” tanya Firman balik.

Filipus mengangguk. “Panjul nitip salam. Dia bilang kanu lagi ada masalah berat.”

Firman tersenyum tipis. Berat. Kata itu terlalu sopan untuk kekacauan di dalam kepalanya.

Mereka terdiam sebentar. Suara sendok beradu dengan gelas dari warung sebelah mengisi jeda.

“Aneh nggak sih,” Firman akhirnya membuka suara, “kalau mimpi bisa bikin orang bangun dengan perasaan bersalah?”

Filipus menatapnya, tidak menghakimi. “Ceritakan saja ke aku. Aku dengarkan. We listen, we don't judge.”

Firman menarik napas panjang. “Gue mimpiin Gloria lagi.”

Filipus tidak langsung bereaksi. Nama itu mungkin asing baginya, tapi bagi Firman, nama itu tidak. Seperti nama orang yang sudah terlalu lama tersimpan dalam benak laki-laki berdarah Batak tersebut.

“Di mimpi itu,” lanjut Firman, “dia lagi syuting film layar lebar. Profesional banget. Dia kelihatan cantik dan tenang. Dan—” ia berhenti sejenak, menelan ludah, “—lawan mainnya Takeshi.”

“Sek, sek... kata Panjul, itu cewek artis yang kamu suka itu?” Filipus bertanya hati-hati.

Firman tertawa hambar. “Lebih ke arah benci, benar-benar cinta. Itu lebih tepatnya. Entah kenapa aku selalu ngerasa dia… ngambil tempat yang seharusnya bukan milik aku. Padahal aku juga nggak punya tempat apa-apa.”

Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Dalam mimpinya, ia berdiri di balik kamera, tak terlihat, tak dianggap pula. Tak jauh berbeda dengan drinya dan Gloria di dunia nyata. Gloria tertawa kecil di sela adegan. Takeshi merapikan rambutnya Gloria sebelum take. Semua terlihat nyata. Terlalu nyata malah.

Lihat selengkapnya