Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #26

Tentang Pribadi yang Otentik dan Tidak Palsu

Firman berdiri di depan etalase kaca Star Laundry, menunggu namanya dipanggil. Mesin pengering berdengung dari dalam, bau deterjen bercampur pewangi menyeruak tipis-tipis, khas tempat binatu, yang selalu mengingatkannya pada hari-hari selama Pandemi Covid-19. Itu merupakan rutinitas kecil yang ia pertahankan agar merasa masih memiliki jadwal. Ia duduk di kursi plastik biru, menyandarkan punggung, lalu membuka ponsel.

"Mbak, kalau kamu baru tahu satu cara, lalu mengganggap itu cara terbaik, maka kamu belum tahu cukup banyak untuk memberikan saran.

Yang doktermu kasih tahu buatmu itu, yah, cocoknya buat dirimu. Bukan buat orang lain."

Thread Fernando itu muncul tepat setelah ia menggulir dua kali. Kalimatnya pendek, tapi menohok. Itu tentang satu cara yang dianggap paling benar, tentang saran yang sering dipaksakan, padahal bisa jadi yang bersangkutan memiliki saran yang menurut dirinya, jauh lebih aman dan terbaik. Firman mengernyitkan dahi. Ia membaca ulang, perlahan. Ada sesuatu yang menggesek di kepalanya. Bukankah selama ini ia juga begitu? Yang mengira satu versi kebenaran, yang merupakan pula versi yang lahir dari mimpi, potongan lagu idola, dan tafsir-taksir yang ia rajut sendiri, sebagai jalan yang paling sahih?

Ia menghela napas. Hujan tipis tadi pagi menyisakan hawa lembap di siang hari. Dari pintu terbuka, suara motor lewat memantul. Firman menutup Thread itu, berpindah ke Instagram. Tanpa sadar jarinya mengetik:

@GloriaHao99

Akun itu muncul. Masih baru, bersih, foto profil yang lebih sederhana, hingga bio yang lebih rapi. Bukan akun utama yang penuh sorotan, bukan juga akun lama yang pernah ia ikuti diam-diam. Akun baru ini, seperti pintu yang baru saja dicat.

“Kalau dipikir, jadi artis kayak Gloria, nggak enak,” gumam Firman. “Kalau akunnya keblokir, susah nyari nama…”

Ia menatap layar lebih lama. Ada puluhan akun fanpage dengan nama mirip. Ada yang pakai tambahan angka, ada yang menyelipkan titik, ada yang menyertakan kata ‘official’ padahal jelas bukan orang aslinya. Di kolom pencarian, nama Gloria beranak-pinak seperti cermin yang memantulkan bayangan berlapis. Firman teringat keluhannya sendiri. Yang tentang bagaimana ia sering merasa terjebak di antara imajinasi dan kenyataan. Juga, di antara akun-akun dan manusia di baliknya.

Lihat selengkapnya