Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #39

Sinkronisasi Pikiran dan Mulut

Pada suatu malam, di salah satu mimpi Firman...

Entah ini di mana. Firman seperti berada di dalam sebuah rumah yang agak mewah. Mungkin rumahnya Gloria. Karena Gloria berada di dekat Firman. Duduk di atas sofa yang sama. Terlibat obrolan yang bisa dianggap serius, bisa pula hanya dianggap bercanda.

"Gimana? Udah sayang banget nggak sama aku?"

"Apaan sih, Glo?"

"Cowok yang kamu maksud, bukan siapa-siapa aku, Bang. Cuma anggap dia sebatas teman. Rekan kerja di dunia artis atau acting gitu."

"Takeshi itu?"

Gloria mengangguk. "Iya. Kok bisa-bisanya mikirnya sejauh itu?"

"Aku juga bingung, Glo. Kalau di luar dunia mimpi ini, kepalaku suka berisik. Kayak satu penghuni di Bumi ini datang ke aku."

Gloria hanya mendesah. Ia memalingkan pandangan ke arah lainnya. Tampak di sana ada gambar Gloria ditaruh di dekat televisi plasma.

"Sama Veron? Yang Youtuber Matematika itu?"

"Apalagi dia. Aku cuma anggap teman. Cuma anggap dia... kayak abang aku, tanpa ada rasa apa-apa."

Entah mengapa, mendengar pengakuan Gloria di dalam mimpi, melegakan hati Firman. Namun Firman sadar betul, ini hanya mimpi. Ia takut, di dunia nyata, yang terjadi malah sebaliknya.

Seolah membaca pikiran Firman, Gloria berkata, "Kamu kira aku tukang bohong? Lain di mulut, lain di kepala?"

Dengan malu-malu, Firman mengangguk, lalu berkata, "I-iya... yah, kamu kira aja, Glo. Ini kan di alam mimpi. Aku takut, di dunia nyata..."

"Aku pun sama, Bang. Takut mau jujur yang kamu mau. Nggak gampang menyesuaikan apa yang di kepala dengan apa yang di mulut. Apa yang di alam mimpi, sama apa yang ada di dunia nyata."

Lihat selengkapnya