Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #42

Menunggu tanpa Emosi

Firman berhenti di bawah pohon flamboyan yang sedang rajin-rajinya berbunga. Sepedanya disandarkan pelan ke bangku beton di tepi jalur sepeda. Keringat mengalir dari pelipis, napasnya masih sedikit terengah, tapi dadanya terasa lapang. Ia meneguk air dari botol minum, lalu jarinya lincah menggeser layar ponsel. Aktif menggulir dari atas ke bawah. Seperti kebiasaan yang tak pernah benar-benar ia akui sebagai kebiasaan.

Threads terbuka. Sebuah nama muncul, disertai potongan kalimat yang langsung mengerutkan keningnya. Tertera nama Nadhira. Ia mengenali nama itu sebagai seorang ex member yang dulu cukup sering muncul di linimasa. Kali ini, nadanya berbeda. Sepertinya ketikan Nadhira itu lebih letih, tajam, dan blak-blakan.

"Bisa tolong gak pegawai-pegawainya jangan ganggu CTR GYM. Katanya mau diselesain dengan cepat dan damai, tapi kenapa malah ditambah-tambahin mulu.

Tolong hentikan, aku sangat lelah. Mana komen gak sesuai fakta. Saya udah diem, loh, padahal. Gak bahas-bahas lagi. Sumpah capek banget mentally."

Firman membaca pelan-pelan, seolah tiap kata punya beratnya sendiri. Tentang pegawai gym yang katanya mengganggu. Tentang janji penyelesaian yang terasa berlarut-larut. Tentang lelah mental yang luar biasa. Ia menghela napas, memindahkan pandangan sebentar ke danau kecil di seberang, tempat beberapa orang memancing dengan sabar. Senar pancing mereka diam saja, seperti sedangmenunggu sesuatu yang entah kapan datang.

Ia kembali ke layar. Di bawah unggahan itu, komentar berhamburan.

"Lo, kalo pesen makan lewat ojol, kalo makanannya gak enak atau gak sesuai foto, kasih bintang ke restorannya, atau ke abang kurir ojolnya, lu kasih bintang satu?

Nah, sama kayak cerita cewek yang divideoin diem-diem sama orang cabul, eh malah yang jadi disalahin tempat gym-nya. "

"Aneh, ngemis duit dengan cara halus..."

"Perekaman terjadi tanpa sengaja saat pembuatan konten. CTR hanya pihak ketiga, member sudah diterminasi, dan CTR bahkan membantu melalui kuasa hukum. Menyudutkan CTR seolah melindungi perekam jelas tidak sesuai fakta.

Lihat selengkapnya