Jam menunjukkan pukul 02.03.
Firman terbangun dengan napas tersengal. Dadanya seperti baru saja ditimpa sesuatu yang berat. Ruangan gelap, hanya cahaya redup dari lampu indikator modem yang berkedip pelan. Ia baru saja terbangun dari mimpinya yang agak... absurd. Anggap saja seperti itu. Sebab, mimpi tadi agak sulit dikatakan sebagai mimpi buruk. Karena di sana, ia hanya sebagai penonton.
Mimpinya terasa terlalu nyata. Di sana, Gloria berdiri di sebuah ruang rapat besar. Meja panjang, dinding kaca, beberapa orang bersetelan formal menatapnya dengan wajah kaku. Di layar besar terpampang judul drama: HIDUPNYA KAMU DAN AKU. Drama produksi itu merupakan kreasi dari sebuah rumah produksi PlayScreen yang bekerjasama dengan salah satu platform bernama OurTV.
Salah satu petinggi rumah produksi mengetuk meja.
“Kami dirugikan ini. Bagaimana bisa seperti ini? Sebagian isi episode sudah tersebar di X sebelum tayang resmi. Padahal dalam kontrak kamu, di sana, sudah dijelaskan soal kerahasiaan.”
Gloria terlihat pucat nan tegang, saat menjawab, “Saya nggak tahu, Pak. S-sumpah, bukan saya yang melakukannya.”
“Publik nggak peduli itu siapa yang melakukannya. Kami pun begitu, Gloria. Meski kamu bukan pemeran utamanya, tetap saja hal seperti ini sulit untuk ditolerir.”
Lalu muncul kata-kata yang membuat Firman dalam mimpi ingin berteriak. Tentang penalti, denda, dan angkanya besar--yang bernilai fantastis. Membuat Gloria terlihat seperti menahan tangis.
“Aku nggak bocorin apa-apa…” kata Gloria lirih.
Setelah itu, mimpinya berakhir. Seolah Firman sedang menonton film di bioskop saja. Seekarang ia duduk di kasur, mengusap wajahnya. Masih jam dua subuh. Suasananya memang sunyi, tapi pikirannya ribut.
Lalu, tangannya refleks meraih ponsel. Semua notifikasi X, Threads, Instagram, dan Facebook, ia lihat satu per satu.
Ia membuka X dulu. Kata kunci “HIDUPNYA KAMU DAN AKU” belum trending. Tidak ada kabar apa-apa. Kemungkinan itu memang hanya mimpi. Omong-omong drama itu sendiri kabarnya akan benar-benar rilis di bulan Juni nanti. Kemarin lusa, baru pengumuman secara resmi saja.
“Terlalu kebawa overthinking,” gumam Firman, "atau karena... hahaha... apa iya gue bener-bener naksir Gloria sampai jatuh cinta dan kebawa mimpi?"
Namun perasaan cemas masih menggelayut. Ia tahu dunia hiburan memang keras. Salah langkah sedikit, bisa habis.
Tangannya lincah menggulir. Dari atas ke bawah. Sebaliknya juga. Lalu matanya berhenti di satu akun centang biru. Dari salah seorang pendeta yang sering berkhotbah di sebuah ministry bernama Missing You Church. Namanya Mordekhai Sianipar.
Sebenarnya Mordekhai ini merupakan pendeta yang jarang sekali update dini hari. Karena itulah, Firman tergelitik dengan apa yang diketik pendeta tersebut.
Firman membuka Thread-nya.
"Pelayanan hari ini terasa special, karena selama 2 hari panas tinggi, demam, lemas, dan pusing, yang sampai minggu dini hari harus ke IGD. Gara-gara itu, subuh dan minggu paginya harus melayani 7x sesi. Tapi Puji Tuhan, Tuhan Yesus tolong dan topang. Terima kasih Tuhan Yesus. Thank you, my favorite Ps and favorite human @RiamandaZiphora I love you so much!"
Firman terdiam. Di saat ia bergeming, waktu masih tetap jam 2 subuh. Yang ia tangkap dan bisa cerna, bahwa pendeta itu baru saja keluar dari IGD, tapi tetap melayani tujuh sesi.