“Kami dirugikan ini. Bagaimana bisa seperti ini? Sebagian alur film sudah tersebar di X sebelum tayang resmi. Padahal dalam kontrak kamu, di sana, sudah dijelaskan soal kerahasiaan.”
Omong-omong, mimpi Firman saat itu, ternyata memang mengacu berdasarkan kisah nyata. Berdasarkan pengalaman Gloria Hao sendiri.
Ada notifikasi masuk ke ponsel Gloria. Ke surat elektronik Gloria. Sebuah rumah produksi baru saja mengabarkan bahwa bayaran Gloria atas keterlibatan Gloria dalam drama televisi tersebut sudah dikirimkan.
Sekonyong-konyong, dari arah aplikasi WhatsApp, manager Gloria, Tata, mengirimkan pesan kepada Gloria.
Isinya:
"Glo, cek e-mail. PH itu, kata mereka, baru aja kirimin bayarannya kamu."
Gloria secepat kilat membalas:
"Nanti aku cek. Aku lagi pilates dulu. Bareng Cece Tasya."
Tadi, sambil pilates bersama Tasya dan kawan-kawan, Gloria teringat akan pengalaman saat dipanggil sebuah rumah produksi karena kebocoran informasi terkait alur film. Bahkan sempat beredar video saat Gloria sedang syuting.
Gloria terkekeh, membayangkan kejadian saat itu, di tahun 2023 yang lalu. Sembari tangannya lincah membuka aplikasi M-Banking. Ternyata uangnya sudah masuk. Pas sekali, di saat adik bungsunya, Jasper, sedang membutuhkan uang untuk kepentingan uang kuliah. Jasper sendiri sedang menyusun skripsi.
Studio pilates itu dipenuhi aroma kayu dan lavender yang lembut. Musik instrumental pelan mengalun, cukup untuk membuat napas terasa lebih teratur. Gloria berbaring telentang di matras, mengikuti instruksi pelatih dengan fokus, tapi pikirannya masih mengembara ke masa lalu. Ke hari ketika ia duduk di ruang rapat rumah produksi dengan tangan dingin dan jantung berdebar.
“Tarik… tahan… hembuskan…” suara pelatih membawanya kembali ke ruangan.
Di sampingnya, Tasya melirik sekilas, dan mengejutkan Gloria dengan suara yang tak bisa dikatakan pelan.
“Lo kelihatan mikir berat banget, Glo,” bisik Tasya sambil tetap menjaga pose.
Tasya merupakan aktris papan atas. Pernah membintangi beberapa judul film, sinetron, drama televisi, hingga FTV. Bahkan nama Tasya Chinona sempat beberapa kali masuk sebagai nominasi dalam ajang penghargaan film..
Gloria tersenyum kecil, berkata, “Cuma keinget kejadian lama.”
Tasya mengangguk paham. Dunia hiburan memang penuh cerita yang kadang terasa absurd kalau diceritakan ulang. Gloria masih ingat jelas bagaimana saat itu ia duduk berhadapan dengan tiga orang eksekutif rumah produksi. Mereka bicara tegas, tapi tetap profesional. Tuduhan kebocoran alur cerita terasa seperti palu yang diketukkan di kepalanya.
Padahal saat itu ia benar-benar tidak tahu apa-apa.
Yang paling membekas bukan kemarahannya, melainkan rasa takut. Takut reputasinya hancur. Takut kesempatan kerja menghilang pula. Dunia akting yang selama ini ia bangun bisa runtuh hanya karena satu kesalahpahaman.
Namun waktu membuktikan segalanya. Investigasi internal menunjukkan sumber kebocoran bukan darinya. Bahkan salah satu kru produksi secara tidak sengaja menyebarkan potongan videonya. Gloria dibersihkan namanya, tapi pengalaman itu meninggalkan bekas. Sebuah pelajaran tentang kehati-hatian. Pun, tentang bagaimana rumor bisa lebih cepat berlari daripada kebenaran.
“Switch!” kata pelatih.
Gloria mengganti posisi, otot perutnya menegang. Kali ini pikirannya beralih ke notifikasi bank yang barusan ia lihat. Uang itu bukan sekadar bayaran. Itu simbol perjalanan panjangnya. Dari casting yang gagal, jadwal syuting melelahkan, sampai tekanan publik yang kadang kejam.